Perkuat Rupiah, DPR Apresiasi Dirut Pertamina Kurangi Impor Minyak
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Komisi VII DPR mengapresiasi kebijakan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati yang mengurangi impor minyak untuk memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Menurut Anggota Komisi VII Kurtubi, langkah itu merupakan langkah bagus. 

"Untuk jangka pendek, pengurangan impor bisa dilakukan dengan melarang ekspor minyak mentah yang menjadi bagian kontraktor (asing)," ujar Kurtubi, di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Lebih jauh, Kurtubi menjelaskan saat ini pemerintah membeli minyak domestik sebanyak 225 ribu barel per hari (bph). Meskipun langkah ini jangka pendek, namun kata dia, untuk bisa mengurangi impor migas secara berkesinambungan masih butuh waktu lama.

Sedangkan untuk jangka panjang, kata Kurtubi, pengurangan impor harus disertai dengan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri dengan memperbanyak pengeboran dan eksplorasi.

Disaat yang bersamaan, menurutnya, pemerintah juga harus meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. "Yang produksi BBM dalam negeri itu kilang minyak. Kilang minyak kita sekarang gak nambah-nambah," jelas legislator NTB ini.

Untuk itu, Kurtubi mengapresiasi rencana Pertamina membangun enam kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang yang ada dengan harapan akan menyumbang 1 juta bph untuk menutupi kebutuhan BBM dalam negeri pada 2026.

"Jadi, untuk mengurangi impor minyak memang tidak bisa seketika," tukasnya.

Sementara, ketergantungan Indonesia pada impor minyak saat ini disebabkan oleh kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya. Pemerintahan Jokowi saat ini, menurutnya, hanya terkena imbas kesalahan pemerintahan masa lalu. "Jadi bukan kesalahan pemerintah Jokowi," klaim politisi NasDem itu.

Seperti diketahui, keterbatasan produksi BBM dalam negeri membuat pemerintah harus mengimpor minyak 400 ribu bph. Namun, kebijakan Pertamina di bawah Dirut Nicke yang memborong 225 ribu bph minyak mentah milik kontraktor, mampu menurunkan impor hingga 60 persen.

"Produksi nasional itu selama ini masih ada yang belum dibeli oleh Pertamina, yang porsinya punya KKKS. Ini yang akan dibeli oleh Pertamina. Yang pasti ini bisa mengurangi impor hingga 60 persen," kata Nicke di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/4).

Editor: Elvi R

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari