Politik Uang dan SARA Bikin Rakyat Terasingkan 
berita
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow menilai, masyarakat Indonesia sangat mudah terpancing dengan isu SARA dan money politic. Menurutnya, dua hal tersebut selalu ada dalam pesta demokrasi.

"Pemilih kita mudah dipolitisasi SARA dan politik uang. Salahnya di situ. Pemilih kita mudah dikondisikan dan mobilisasi kepentingan elite-elite," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Permasalahan tersebut, lanjut dia, harus diperbaiki dan dirubah. Menurutnya, Pemilu juga harus dikembalikan pada masyarakat.

"Pemilu punya rakyat bukan Pemilu untuk dimobilisasi. Makin lama rakyat terasingkan dengan Pemilu," ucapnya.

Menurutnya, politik uang dan SARA memang disengaja dan digunakan oleh elite politik atau partai politik untuk memenangkan Pemilu.

"Elite politik, tokoh publik, partai politik kita permisif dengan politik uang dan SARA itu boleh tapi kalau tidak ketahuan. Ini contoh politisiasi SARA, begitu juga politik uang. Sehingga Pemilu hilang," tandasnya.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari