PSI Sebut Anies Kembalikan Jakarta ke Zaman Feodal
berita
Anies Baswedan, Anies. ILUSTRASI: Dendi Supratman
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Rian Ernest meminta Gubernur Anies Baswedan transparan terkait alasan pemberhentian pejabat di provinsi tersebut. Dia kemudian mencontohkan gubernur DKI Jakarta sebelum Anies, yakni Basuki Tjahaya Purnama, alias Ahok. 

"Zaman Pak Ahok, penggantian pejabat biasa terjadi. Bahkan sering. Hanya saja, Pak Ahok akan memberikan peringatan beberapa kali. Setidaknya ada arahan yang jelas dari pimpinan mengenai apa visi yang mau dituju beserta dengan ekspektasi gubernur terhadap PNS pelayan masyarakat. Tidak main asal berhentikan," kata Rian melalui siaran persnya kepada rilis.id, Selasa (17/7/2018). 

Prosedur pergantian pejabat saat masa kepemimpinan Ahok, lanjut Rian, dilakukan berdasarkan laporan kinerja, bukan hanya dari laporan tertulis internal. Laporan kinerja ini, menurutnya didasarkan pada tindak lanjut laporan masyarakat yang masuk melalui kanal SMS Gubernur dan juga Qlue. 

"Sekarang zaman Anies, tidak ada alasan jelas kenapa pejabat diganti. Bahkan banyak yang bingung kenapa tiba-tiba diganti. Jangan kembalikan Jakarta ke zaman feodal," tegasnya.

Dia mengimbau kepada Indonesia Cprruption Watch (ICW) serta Divisi Pencegahan KPK untuk mengawasi rawannya penganggaran APBD 2019. Tahun Anggaran ini, imbuhnya, sangat penting karena sarat permainan untuk mengembalikan modal yang sudah keluar untuk Pilkada DKI lalu dan juga untuk modal persiapan Pilpres dan Pileg 2019.

Rian mempertanyakan kenapa posisi pengawal anggaran yang sangat penting ini, yakni Kepala Bappeda, dibiarkan kosong pada masa sangat kritis. Padahal, Kepala Bappeda yang baru saja dicopot terbukti mampu mengawal APBD dari praktek korup.

Dia khawatir ada kesengajaan supaya muncul lagi celah untuk permainan anggaran menjelang tahun politik.

"Masih hangat di ingatan kita semua tindak tanduk DPRD DKI yang pro-anggaran siluman dan menolak sistem e-budgeting. Kita tidak ingin hal itu terulang kembali," tandasnya.

Editor:

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari