Rombongan Komisaris Pelesiran ke Sangapura, PLN Kembali Dikritik
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Masyarakat Antikorupsi (Marak), Agus Yohanes, mengkritik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali yang melakukan pelesiran ke Singapura oleh 16 orang petinggi PLN.

Pasalnya, pelesiran yang dilakukan komisaris, sekretaris bersama staf perusahaan pelat merah dilakukan di tengah nilai mata uang Rupiah merosot akibat Dolar melambung tinggi.

Apalagi, menurut Agus, Direktur Utama PT PLM, Sofyan Basir juga masih menjadi perhatian atas kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kita minta Presiden Joko Widodo melalui Menteri BUMN Rini Sumarno untuk segera mengambil tindakan. Mereka pelesiran dengan menggunakan uang negara itu dinilai pantas untuk dievaluasi dari jabatannya," kata Agus melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Para petinggi PT PLN itu, menurut Agus, melakukan pelesiran atas ajakan Sekretaris Dewan Komisaris, Djoko Hastowo.

"Hal yang lebih miris ketika para petinggi PLN itu berangkat juga membawa staf sekretariat di dewan komisaris," ujarnya.

Dia menjelaskan, rombongan petinggi PT PLN yang berangkat ke Singapura pada 9 September 2018 itu juga mendapatkan uang saku harian. Sehingga, dirinya menyesalkan keberangkatan semua perangkat dewan komisaris tersebut.

"Mereka tidak sadar, bahwa Presiden Jokowi bersama menteri yang sedang bekerja keras untuk menangani masalah keterpurukan Rupiah. Mereka malah menghamburkan uang negara," tandasnya.

Editor: Elvi R

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari