Satgas COVID-19 Ungkap Racikan Obat untuk Kesembuhan Pasien, Begini...
berita
Pemberitahuan antisipasi Corona, di Taman Puring, Jakarta. Foto: RILIS.ID/Panji Satria
RILIS.ID, Jakarta— Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan racikan obat yang digunakan untuk menangani pasien COVID-19 di Indonesia.

Menurutnya, pengobatan pasien COVID-19 saat ini, menggunakan beberapa obat maupun treatment atau perawatan medis yang sudah ada sebelumnya untuk mengobati penyakit lain. Namun juga, ada beberapa treatment atau perawatan medis yang dikembangkan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. 

"Sebagian menunjukkan efek positif, meskipun juga harus digunakan secara hati-hati sampai dengan dapat betul-betul dapat direkomendasikan aman dan efektif," katanya seperti dikutip dari laman resmi covid19.go.id, di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Dalam pengembangan itu, jelas Wiku, di Indonesia melibatkan 5 asosiasi dokter spesialis. Yakni Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Spesialis Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) dan Persatuan Dokter Kardiovaskuler (PERKI).

Kelima asosiasi itu telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyarankan alur penanganan penderita COVID-19. Agar dokter-dokter di Indonesia bisa berikan pengobatan yang terbaik sesuai ketersediaan obat dan fasilitas pelayan kesehatan yang dimiliki masing-masing daerah.

"Disampaikan, bahwa untuk pasien-pasien dengan gejala ringan, selain isolasi mandiri, diberikan beberapa obat, salah satunya tentang vitamin, vitamin C, antivirus dan beberapa antivirus yang memiliki potensi menyembuhkan COVID-19," jelasnya. 

Saat ini kata dia mengakui, dokter-dokter yang tergabung dalam asosiasi-asosiasi dimaksud telah merekomendasikan beberapa obat. Beberapa di antaranya remdesivir, favipiravir, lovinavir-ritonavir, oseltamivir. Ada juga obat-obatan lain untuk menurunkan gejala seperti Paracetamol untuk menurunkan panas atau demam lebih dari 38 derajat celsius.

"Sedangkan untuk gejala sedang ada beberapa obat direkomendasikan yaitu klorokuin, azitromisin dan beberapa antikoagulan, apabila terjadi terjadi potensi penggumpalan darah," papar Wiku.

Untuk gejala berat atau kritis obat yang digunakan ialah kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas sesuai dengan perkembangan klinisnya.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari