Sekjen Nasdem Tepis Pengakuan Gamawan Fauzi
berita
Johnny G Plate. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate menepis pernyataan Gamawan Fauzi yang menyebut dirinya punya rumah toko (ruko) yang ada kaitannya dengan dugaan korupsi e-KTP. Menurut Johnny, ia sama sekali tak punya ruko, apalagi membeli ruko dari uang hasil korupsi.

"Saya tidak ada beli ruko. Saya tidak kasih ruko. Saya tidak ada urusan. Saya tidak punya ruko, dan tidak ada urusan beli ruko," kata Johnny di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Namun, untuk sebidang tanah, Johnny mengakuinya. Walaupun, katanya, pembelian tanah itu bukan atas nama pribadinya, melainkan atas nama perusahaan.

"Saya beli tanah dan itu saya bayar. Pembelian tanahnya dari keuangan saya sendiri. Ya itu proses jual-beli," tegasnya.

Sebelumnya, Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi membantah pernah menerima hasil korupsi proyek e-KTP dari pemilik PT Sandipala Arthaputra, Pulus Tanos, melalui adik Gamawan, Azmin Aulia, berupa uang dan ruko.

Gamawan yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Setya Novanto itu justru menyebut nama Johnny G. Plate.

"Itu bohong sekali. Kan Andi ngomong bukan dia, dia tidak menyaksikan langsung, adik saya itu punya bukti lengkap pembayarannya, transaksinya, bukti notarisnya. Dia (Andi) tak melihat sendiri, dia tahu dari Johnny G Plate, Sekjen NasDem itu. Jadi tanya lah sama Johnny. Kan dia berdua beli atas nama PT, bukan adik saya sendiri," kata Gamawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/1).

Gamawan juga membantah pembelian itu merupakan fee dari Paulus Tanos karena menalangi lebih dulu proyek e-KTP tahun 2011, pada awal-awal tender dilakukan.

"Enggak (penalangan), ya karena dia (Paulus) tidak ada uang. Jadi dia keluarkan uang itu untuk beli mesin segala macam, ditawarkan ruko dan tanahnya ke Johnny G Plate dan adik saya. Jadi PT itu yang membeli, bukan adik saya, dan itu lengkap bukti-buktinya. Kan ditanya waktu saya di sidang juga," ujarnya.

Andi Agustinus alias Andi Narogong menyebut Azmin Aulia, adik mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, mendapat jatah dari proyek e-KTP, tahun anggaran 2011-2012.

Adapun jatah pengurusan proyek e-KTP tersebut berupa ruko ‎di Grand Wijaya, daerah Kebayoran, Jakarta Selatan. Ruko tersebut diberikan kepada Azmin Aulia dari Direktur PT Sandipala Artaputra, Paulos Tanos.

"Setelah ada pemenang lelang, ruko diberikan kepada Azmin. Itu bekas kantornya Paulus Tanos yang dibalik nama ke Azmin Aulia," kata Andi saat bersaksi sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, 30 November 2017.

Editor:

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari