Sentimen Prabowo Sulit Kalahkan Jokowi
berita
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto belakangan semakin keras mengkritik pemerintah. Terakhir, mantan Danjen Kopassus itu menyebut adanya elit bermental maling di pemerintahan.

Tak hanya itu, Prabowo juga beberapa kali menyindir penghasilan wartawan yang menurutnya masih kecil. Dia bahkan mengaku alergi dengan salah satu stasiun televisi nasional yang disebutnya berinisial M.

Dari kritik pedas dan menyindir profesi jurnalis itu, apa sebenarnya yang tengah dilakukannya? Apakah itu bagian dari peran sebagi upaya memenangkan Pilpres 2019?

Untuk itu, wartawan rilis.id, Zulhamdi Yahmin melakukan wawancara dengan  pengamat politik dan juga peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati. Berikut petikan wawancaranya.

Prabowo belakangan ini keras mengkritik pemerintah, sebenarnya kenapa?

Saya pikir itu bagian dari upaya Prabowo untuk menaikkan pamor dan elektabilitas sebagai capres nanti dengan berusaha menunjukkan sisi-sisi negatif pemerintahan sekarang

Apakah itu meniru gaya Trump di Amerika?

Saya pikir ada sedikit kemiripan yakni menggunakan sentimen patriotik sebagai alat politik yang menyudutkan lemahnya pemerintahan dan sentimen anti asing yang menunjukkan pemerintahan sekarang lebih banyak dipengaruhi lobi asing

Apakah cara kampanye Prabowo yang meniru Trump itu akan efektif di Indonesia?

Tidak, Sentimen Patriotik yang dilakukan Prabowo itu belum cukup kuat untuk mengalahkan petahana (Presiden Joko Widodo) yang figurnya berbasis populis. 

Sentimen Prabowo tidak memberikan solusi atas kekurangan pemerintahan Jokowi. Hal itu yang dianggap wanprestasi oleh publik karna mengkritik tanpa solusi otentik.

Prabowo juga kerap ceplas ceplos dengan wartawan, apakah itu justru negatif?

Jelas, itu memberikan relasi yang tidak bagus bagi Prabowo dengan memberikan komentar demikian. Harusnya kan bisa gunakan hak jawab.

Nah, apa yang harus dilakukan Prabowo untuk paling tidak bisa mengimbangi Jokowi?

Saya pikir, Prabowo perlu memberikan solusi konkrit dan riil terhadap kekurangan permasalahan pemerintahan saat ini. 

Itu mungkin akan lebih diapresiasi publik karena mengajak tidak langsung untuk diskusi dan berpikir. Selama ini Prabowo lebih banyak beretorika dalam kritikannya

Kenapa Gerindra baik DPD maupun DPP ngotot mendorong Prabowo capres, padahal berbagai survei selalu menempatkan Prabowo di bawah Jokowi?

Saya pikir sebagai kader yang baik harus secara etis mendorong ketuanya untuk maju terlepas yakin atau sebaliknya. Selain soal etika, saya pikir ini juga soal siapa patron dan pemegang sumber daya terbesar

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top FOKUS

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari