Soal Pernyataan Wiranto ke KPK, JK: untuk Jaga Stabilitas Pilkada
berita
Wapres Jusuf Kalla. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara terkait Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda penetapan tersangka calon kepala daerah yang diduga terlibat dugaan kasus korupsi.

Menurutnya, tindakan Wiranto itu dilakukan untuk menjaga stabilitas proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

"Ya memang di satu sisi ada pandangan KPK, di sisi lain ada pandangan Pemerintah dalam hal ini Menkopolhukam (Wiranto) untuk menjaga stabilitas dan menjaga proses (Pilkada)," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut bukan berarti tidak mendukung terhadap upaya penegakan hukum kepada terduga pelaku korupsi di daerah. Namun, hal itu untuk menjaga kondisi stabilitas politik. 

Koordinasi antara KPK dengan Kemenkopolhukam terkait pengumuman nama-nama calon kepala daerah tersangka tersebut dapat dilakukan di masa tahapan.

"Ini dua pandangan yang tentu harus disepakati. Mungkin waktu nanti sudah mulai kampanye, tidak boleh lagi. Aturannya tentu ada di KPU, tetapi ini masalah yang nanti dibicarakan di KPK," tambahnya.

Sebelumnya, polemik terkait rencana pengumuman calon kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi di daerah muncul setelah Ketua KPK Agus Raharjo mengancam akan mengumumkan identitas calon kepala daerah yang diduga melakukan praktik korupsi.

Menanggapi pernyataan KPK tersebut, Menko Polhukam Wiranto meminta KPK untuk mempertimbangkan pengumuman tersebut mengingat tahapan pelaksanaan pilkada pada 27 Juni mendatang

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari