Target Penyediaan Listrik Turun, Menteri ESDM Pangkas Ini
berita
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), patok pertumbuhan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero 2018-2027 sebesar 6,86 persen. Target itu lebih rendah dibandingkan periode periode 2017-2026 yakni 8,3 persen.

"RUPTL sudah dieksekusi pemerintah, tidak banyak berubah sih, proyeksi pertumbuhan 6,86 persen. Ya, plus minus 7,0 persen lah. Ini juga termasuk program kelistrikan desa," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan di Gedung Sarullah Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Ia menjelaskan, rendahnya target pertumbuhan lantaran demand terhadap konsumsi energi listrik diperkirakan tak sebanyak periode sebelumnya (RUPTL 2017-2026).

"Kenapa dikurangi? Sebenarnya 2017 itu, kita mengikuti program yang kita yakin kebutuhannya itu lebih tinggi daripada sekarang. Sekarang, kita lihat pertumbuhan listrik (sekitar) 7,0 persen, kalau melonjak ya kita ubah. Tapi kita juga mensyaratkan capacity factor-nya tinggi, dan sekarang bisa 85 persen. Jadi, supaya biaya pokok produksi per Kilowatt jam (KWH) bisa turun, kapasitas faktornya naik, biaya ditekan," urainya.

Lantas pemerintah memutsukan untuk mengurangi produksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebanyak 5 ribu Mega Watt (MW), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkurang 10 ribu Mega Watt, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) kurang lebih 1.000 Mega Watt dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) kurang lebih 1.000 Mega Watt.

Editor: Intan Nirmala Sari

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari