Teknologi Proliga Balitsa Mampu Hasilkan Panen Cabai Berlipat Ganda
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terbukti membuat hasil panen cabai berlipat ganda. Hal itu dirasakan Thomas atau yang biasa dipanggil Jajang, seorang petani di Setokok Batam.

Petani mitra Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau (BPTP Kepri) ini kembali menanam cabai dengan menerapkan teknologi Proliga. Lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare yang dikelolanya, kini telah dipenuhi cabai yang ditanam pada pertengahan Mei lalu.

Teknologi Proliga Cabai merupakan paket teknologi yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Balitbangtan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai. Inti dari teknologi ini adalah penggunaan varietas unggul, persemaian sehat yang memproduksi bibit bebas hama dan penyakit, pengaturan pola tanam menjadi zigzag double row, serta pemenuhan kebutuhan unsur hara dan manajemen hama penyakit tanaman.

Paket teknologi ini telah dikenalkan BPTP Kepri kepada Jajang pada awal 2019. Saat itu Jajang antusias untuk mencoba teknologi baru dalam budidaya cabai yang merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Panen pertama pada bulan Agustus 2019 menghasilkan 187 kilogram cabai dari sekitar 5.000 tanaman.

Hasil perdana yang menjanjikan itu membuatnya terus bersemangat dalam memelihara tanaman cabainya. Tanaman miliknya bahkan masih berproduksi dan menguntungkan secara ekonomi sampai berumur lebih dari setengah tahun, sebelum akhirnya dicabut pada bulan April 2020. Hingga akhir masa tanam cabainya, Jajang berhasil memanen total 10 ton cabai.

Menurut Jajang teknologi Proliga benar-benar membuat hasil berlipat ganda. “Dengan teknologi Proliga ini saya bisa memanen lebih lama karena umur tanaman yang lebih panjang,” tuturnya.

Berkat penerapan teknologi ini, Jajang mengaku pendapatannya ikut meningkat. Hal itulah yang memicunya untuk kembali menanam cabai dengan menerapkan aspek-aspek dari teknologi Proliga. Tanaman barunya kini dalam kondisi cukup baik.

Ia menyampaikan adanya kendala akibat hujan terus menerus menyebabkan tanamannya terserang penyakit bercak daun. Namun, penyakit tersebut sudah dapat dikendalikan dengan menerapkan manajemen hama dan penyakit seperti penanaman musim sebelumnya.

Jajang berhrap petani lain di sekitarnya ikut merasakan keberhasilan yang telah ia dapatkan. Jajang juga memiliki harapan besar akan pengembangan budidaya komoditas ini di Batam.

“Saya harap BPTP terus dapat mendampingi kami dalam pelaksanaan budidaya cabai ini, sehingga nantinya kita bisa menjadi sentra produksi cabai yang tidak kalah dengan daerah lainnya,” harapnya.

Kepala BPTP Kepri, Sugeng Widodo mengapresiasi semangat dan keberhasilan Jajang sebagai petani champion. Jajang tidak segan menyebarkan ilmu mengenai teknologi Proliga Cabai. Ia telah banyak membantu anggota kelompok taninya di sekitar Setokok untuk ikut menerapkan paket teknologi ini.

“BPTP Kepri akan terus mendampingi petani-petani seperti Pak jajang ini agar pertanian di Kepri bisa lebih maju mandiri dan modern,” pungkas Sugeng.

Sumber: Balitsa/Balitbangtan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari