Terobosan Gula Sorgum Balitbangtan yang Aman Bagi Penderita Diabetes
berita
FOTO: Humas Balitbangtan
RILIS.ID, Jakarta— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian sukses membuat terobosan dengan menghasilkan gula kristal berbahan baku sorgum. Gula sorgum aman bagi penderita diabetes karena kandungan glikemiknya rendah. 

Kualitas nira sorgum manis hampir menyamai nira tebu dengan sukrosa sekitar 10 – 14,40% dan kandungan brix 13,60 – 18,40%. Sulitnya mengkristalisasi (mengubah menjadi kristal) nila sorgum manis membuat pengolahan sebelum ini baru sebatas gula cair atau sirup manis. 

Kandungan amilum cukup tinggi membuat nira sorgum sulit mengkristal. Untuk menyiasatinya, peneliti Balitbangtan mencampur nira sorgum manis, nira tebu, dan bahan tambahan lainnya seperti susu kapur, enzim alfa-amilase, enzim dekstranase, dan kristalisator (biang gula). 

Kepraktisan gula kristal membuat gula pasir dari tebu lebih disukai dan termasuk jenis gula paling populer di masyarakat. Hampir semua jenis makanan dan minuman mengandung gula jenis ini. 

Gula kristal memang belum dapat dibuat dari 100% nira sorgum manis. Namun temuan ini memberikan harapan baru diversifikasi produk gula serta menyediakan alternatif gula yang lebih sehat. Bahkan dengan potensi produksinya yang besar, bukan tidak mungkin menjadi bahan gula pengganti. 

Kualitas nira sorgum manis hampir menyamai nira tebu dengan kandungan sukrosa dan brix dalam sorgum manis kisarannya hampir setara dengan sukrosa dan brix dalam nira tebu. Nira sorgum manis menyimpan sukrosa sekitar 10 – 14,40% dan kandungan brix 13,60 – 18,40%. 

Meski kadar glukosanya cukup besar, namun sorgum memiliki indeks glikemik rendah yang baik bagi penderita diabetes. Kandungan glikemik seperti pada gula tebu memang menjadi momok dan dihindari para konsumen yang didiagnosis diabetes. 

Produksi gula kristal dari sorgum manis masih memerlukan langkah panjang dari berbagai aspek. Ke depan, diharapkan gula kristal dapat diproduksi seluruhnya dari nira sorgum dan tidak butuh tambahan nira lainnya. Pemetaan lokasi potensial untuk pengembangan sorgum manis juga akan menjadi informasi pendukung penting. (Sumber BB Pascapanen)

Sumber: Balitbangtan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Bisnis

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari