'Tidak Ada Makan Siang Gratis'
berita
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza
KABAR bahwa PT Sugar Group Companies (SGC) menyuplai dana untuk pasangan calon nomor urut 3 pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik), memang jadi trending topic sejak tahun lalu.

Beredarnya foto-foto bos PT SGC, Purwanti Lee, dalam sejumlah agenda kampanye Arinal, menjadi bukti. Bahkan, LSM Humanika pada 8 Mei lalu, melaporkan ke Bawaslu Lampung terkait dugaan dana kampanye Rp4,5 Miliar.

Menilik kembali dugaan dana kampanye Arinal-Nunik, tim rilis.id pada Oktober 2017 sempat melakukan penelusuran, khususnya saat sosialisasi di paslon tersebut.

Waktu itu, beragam cara dilakukan Arinal agar masyarakat Lampung mengenalnya. Sebut saja, dari mulai menggelar wayang kulit semalam suntuk, sahur bersama, jalan sehat, senam sehat, hingga konser artis dangdut ibu kota.

Hingga Oktober 2017, paling sedikit sudah 130 kali acara wayangan dihelat Arinal di seluruh kabupaten/kota di Lampung. "Ada sekitar 130 titik," ucap sumber di internal Arinal, menjawab pertanyaan rilis.id.

Demi menarik minat masyarakat, wayangan semalam suntuk itupun dibarengi dengan pemberian hadiah langsung. Seperti telepon pintar Android, uang tunai, kambing, sepeda motor, traktor, dan masih banyak hadiah lainnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, biaya sewa perangkat audio (sound system), panggung, dan pencahayaan (lighting) untuk satu kali wayangan saja bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Sekitar Rp45 juta-Rp50-an juta," kata salah satu pemilik event organizer di Lampung.

Adapun honor bagi dalang untuk sekali manggung bisa mencapai ratusan juta rupiah. Minimal, di 2013 saja tarif Ki Enthus paling sedikit Rp50 juta. Untuk sekarang, setidaknya mencapai Rp100 juta.

Sedangkan hadiah langsung bagi masyarakat saat wayangan sekira Rp50 juta-Rp60 juta. Dapat diperkirakan, biaya untuk menggelar satu kali wayangan saja menyedot dana minimal Rp200 juta-Rp210 juta.

Bila ada sedikitnya 130 titik pergelaran wayang, maka dana yang dihabiskan Arinal sejak pertengahan Maret 2017 adalah sedikitnya Rp26 miliar sampai Rp27,3 miliar. Angka yang fantastis, di mana Arinal sendiri latar belakangnya cuma mantan PNS.

Selain wayangan, Arinal juga kerap menggelar jalan sehat dan senam sehat. Tidak tanggung-tanggung hadiah utama yang diberikan pada kegiatan ini yaitu sebuah mobil. Supaya masyarakat banyak yang ikut, artis-artis Ibu Kota diajak sebagai magnet.

Sedikitnya, "Jalan dan Senam Sehat Arinal" sudah dilakukan sebanyak 38 kali di seluruh kabupaten/kota se-Lampung. Tiap acara, diperkirakan menghabiskan Rp310 juta hingga Rp385 juta.

Rinciannya, dana untuk sewa panggung, pencahayaan, perangkat audio sekira Rp45 juta-50 juta, biaya mengundang artis sekitar Rp65-85 juta, dan hadiah langsung berupa mobil serta hadiah hiburan sekitar Rp200 juta-250 juta.

Bila ditotal, paling sedikit Arinal menghabiskan Rp11,7 miliar-Rp14,6 miliar untuk jalan dan senam sehat. Jadi, paling sedikit dari wayangan dan jalan sehat saja, Arinal sudah merogoh kocek sebesar Rp37,7 miliar hingga Rp41,9 miliar, fantastis, kan?

Besarnya kegiatan sosialisasi tersebut mengundang tanda tanya publik, dari mana Arinal memperoleh dana begitu besar?

Terlebih, menilik harta kekayaan Arinal, berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) saat masih menjabat Sekda Lampung pada 26 Desember 2014, hanya mencapai Rp8.524.059.643, dan US$30.027 (sekitar Rp390.351.000, dengan kurs Rp13.000 per US$1).

Publik pun menduga, Arinal dalam pencalonannya disokong, dan dibiayai oleh korporasi berskala nasional yang memiliki pabrik di Lampung. Dari sini, PT SGC lah yang dikabarkan menjadi penyokong.

Yang jadi pertanyaan, dalam rangka apa SGC siap jor-joran berkontribusi ke Arinal-Nunik di pilgub nanti? Pastinya, tidak ada makan siang gratis.

Bisa saja ada hal lain yang diharapkan SGC kepada Arinal-Nunik saat mereka menang nanti. Kalau prediksi Basuki, konsekuensinya adalah pembebasan pajak dan HGU lahan secara gratis.

Memang PT SGC sedang bermasalah. Diduga ada indikasi tindakan pidana karena telah mencaplok tanah masyarakat di Kecamatan Dente Teladas dan Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang, Lampung tanpa prosedur.

Panitia Khusus Sugar Group Companies (Pansus SGC) DPRD Tulang Bawang ketika melapor ke Komisi II DPR RI Desember lalu, juga membeberkan, produsen Gulaku ini sampai mengambil lahan konversi menjadi HGU perusahaannya.

Basuki bilang, dukungan SGC ke Arinal-Nunik bukan lah dukungan murni. Inilah yang kemudian dipandangnya dapat merusak tatanan kenegaraan, karena korporasi adalah lembaga "cari untung".

"Bisa saja konsesi soal lahan atau bisa soal pajak, ini pembajakan atau pembegalan demokrasi oleh korporasi," kata dia.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top FOKUS

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari