UNBK Pakai Soal HOTS, FSGI: Itu Aneh
berita
Siswa SMA/MA Mulai Mengikuti Ujian Nasional 2018. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
RILIS.ID, Jakarta— Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Fahriza Marta Tanjung menyebut aneh jika soal yang disajikan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan pendekatan Hight Order Thingking Skills (HOTS). Karena, selama ini siswa belum sepenuhnya menggunakan pendekatan itu dalam sistem belajar mengajar.

"Tiba-tiba pada akhir Ujian Nasional (UN),  siswa diminta keterampilan HOTS-nya benar-benar aneh, terkesan dipaksakan.  Ini sama saja menguji ikan untuk memanjat pohon atau menguji elang untuk berenang.. Apa sebenarnya yang ingin ditunjukkan oleh Kemendikbud?" ujar Fahriza kepada rilis.id, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Dia menjelaskan, seharusnya HOTS dimulai dari proses pembelajaran. Di mana dalam proses pembelajaran itu ada tiga bagian. Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan dimulai dari kurikulum, guru, buku, media belajar hingga perangkat pembelajaran yang diarahkan untuk HOTS.

"Demikian pula pada saat pelaksanaan tatap muka di depan kelas dan pada saat penilaian baik ulangan harian maupun ulangan semester," katanya.

Fahriza menyebut, kurikulum yang mengandung HOTS sudah tersedia. Hanya saja baru disosialisasikan dan dilaksanakan satu tahun terakhir.

"Artinya, siswa kelas 12 yang mengikuti UN saat ini tidak menggunakan kurikulum 2013 yang mengandung HOTS," ungkap Fahriza.

Dia pun meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak terburu-buru dalam mengimplementasikan kebijakannya. Pemerintah harus memperhatikan kesiapan siswa, sekolah dan seluruh aspek pendidikan.

"Kesannya memang begitu, pemerintah, khususnya Kemendikbud, selalu terburu-buru dalam mengimplementasikan kebijakannya. Tentu kita masih ingat kasus Lima Hari Sekolah, kasus Kurikulum 2013 dan lainnya," terangnya.

Salah satu siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta, Muhammad Ponco mengaku tidak pernah mendapatkan pendekatan HOTS dalam pembelajaran sehari-hari. Hal ini yang menyebabkannya merasa tidak siap menghadapi soal UNBK, terutama dalam pelajaran matematika.

"Saya enggak pernah tahu soal HOTS itu, belajar biasanya di kelas biasa saja. Soalnya cerita juga jarang dapat," ungkapnya.

Ponco menyebut hanya bisa mengerjakan soal matematika sedikit. Dia pun pesimis bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.

"Bisa ngerjain tapi sedikit, esai cuma bisa dua soal. Pasti nilainya jelek karena matematikanya enggak bisa," kata Ponco.

Siswa jurusan IPS itu mengatakan, soal matematika dalam UNBK pun tidak sesuai dengan kisi-kisi dan try out yang diajarkan sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya akan mencari pangkal masalah UNBK. Terutama soal Matematika yang dinilai sulit oleh siswa.
"Kami akan segera evaluasi untuk menemukan pangkal masalah UN khususnya soal Matematika," katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (15/4/2018).

Menurutnya, soal Matematika untuk UN Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat memang berbeda karena lebih pada Matematika terapan.

Muhadjir mengakui mulai tahun ini, pihaknya menggunakan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi. Selain itu juga pada tahun ini, untuk pertama kalinya sekitar 10 persen dari soal Matematika adalah isian singkat.

Editor: Elvi R

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari