Vokasi Berperan Turunkan Kemiskinan
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
RILIS.ID, Purwokerto— Pendidikan vokasi turut dinilai berperan dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar mengatakan, vokasi memberikan bekal keterampilan bagi masyarakat agar bisa mandiri. 

"Kemiskinan di Indonesia turun drastis dalam lima tahun terakhir berkat pendidikan (vokasi, red.)," kata dia saat mengunjungi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah di Purwokerto, Selasa (30/1/2018).

Oleh karena itu, diharapkan SKB Purwokerto bisa melihat kebutuhan masyarakat untuk disesuaikan dengan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi ditujukan sebagai pemecah masalah di tengah-tengah masyarakat.

Baca: DPR Sambut Baik Hadirnya PTA di Indonesia

"Saya berharap SKB Purwokerto dapat menjadi lokomotif bagi SKB-SKB lainnya. Dalam waktu tidak lama, kami akan menjadikan SKB Purwokerto sebagai tempat uji kompetensi sekaligus pusat pengembangan masyarakat atau community development," kata dia.

Sebelumnya, Indonesia dan Swiss sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi, terutama terkait pengembangan sistem politeknik dan akademi komunitas. Kolaborasi yang dinamakan The Skills for Competitiveness (S4C) Project ini bertujuan untuk memberikan terobosan dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan dunia industri.

"Pemerintah Swiss akan memberikan bantuan sebesar Rp110 miliar dalam bentuk fisik dan pelatihan untuk empat sekolah vokasi Kementerian Perindustrian dan satu milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto seperti dikutip dari laman resmi Kemenperin, Minggu (28/1/2018).

Komitmen bilateral ini ditandai melalui penandatanganan MoU antara Menperin dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos.

Editor: Elvi R

Sumber: ANTARA

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari