Begini Fasilitas di Kapal Pesiar Khusus OTG Covid-19 yang Tiba di Pelabuhan Panjang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Begini Fasilitas di Kapal Pesiar Khusus OTG Covid-19 yang Tiba di Pelabuhan Panjang

...
RILIS.ID
Bandarlampung
20 Agustus 2021 - 8:21 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapal pesiar untuk isolasi pasien Covid-19. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Sejak Senin (16/8/2021), KM Lawit, kapal pesiar untuk isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19 disandarkan di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Lampung.

Kapal itu dilengkapi fasilitas mewah.Ada dua deck yang disiapkan khusus ruang isolasi dan diisi 419 bed. Sementara, deck lainnya untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan 18 bed.

Selain perawat dan dokter, juga disiagakan ahli gizi untuk melihat makanan yang disajikan kepada pasien.

”Kita juga siapkan jogging track dan ruang olahraga," jelas nahkoda kapal, Kapten Herman Obrein kepada Rilisid, Kamis (19/8/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana menjelaskan, pasien yang akan dirawat di kapal tersebut adalah seseorang yang dikategori positif Covid-19 tanpa gejala. Atau, Orang Tanpa Gejala (OTG).

Ia menyebutkan, kapal dengan 50 Anak Buah Kapal (ABK) merawat pasien positif Covid-19 dengan rujukan dari puskesmas.

”Ini untuk menghindari masyarakat yang positif tidak isolasi mandiri di rumah karena ditakutkan ada orang tua yang rentan dan anak-anak,” jelas Reihana.

Sementara, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang meninjau langsung KM Lawit pada Kamis menerangkan, kapal ini milik PT Pelni.

”Ini semua adalah perhatian khusus dari pemerintah sebagai salah satu upaya kita terhadap pengendalian Covid-19 karena rakyat harus kita selamatkan,” ujar Arinal.

Saat peninjauan, Arinal didampingi Plt. Kepala KSOP Kelas I Panjang Hendri Ginting, Kapten Herman Obrein, dan perwakilan PT Pelindo II/IPC Cabang Panjang.

Arinal mengatakan, kehadiran tempat isolasi apung ini untuk mengantisipasi bila terjadi penambahan pasien kasus Covid-19 terutama di wilayah Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Pesawaran.

Saat ini, menurutnya angka Covid-19 di Lampung cenderung mengalami penurunan yang signifikan.

”Nanti pemerintah daerah hanya menyiapkan nakes di kapal. Karena pendukung lainnya disiapkan dari Kemenkes, PT Pelni, BNPB, dan Kemenhub,” pungkasnya.(*)

Laporan Dwi Des Saputra, Kontributor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Begini Fasilitas di Kapal Pesiar Khusus OTG Covid-19 yang Tiba di Pelabuhan Panjang

...
RILIS.ID
Bandarlampung
20 Agustus 2021 - 8:21 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapal pesiar untuk isolasi pasien Covid-19. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Sejak Senin (16/8/2021), KM Lawit, kapal pesiar untuk isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19 disandarkan di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, Lampung.

Kapal itu dilengkapi fasilitas mewah.Ada dua deck yang disiapkan khusus ruang isolasi dan diisi 419 bed. Sementara, deck lainnya untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan 18 bed.

Selain perawat dan dokter, juga disiagakan ahli gizi untuk melihat makanan yang disajikan kepada pasien.

”Kita juga siapkan jogging track dan ruang olahraga," jelas nahkoda kapal, Kapten Herman Obrein kepada Rilisid, Kamis (19/8/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana menjelaskan, pasien yang akan dirawat di kapal tersebut adalah seseorang yang dikategori positif Covid-19 tanpa gejala. Atau, Orang Tanpa Gejala (OTG).

Ia menyebutkan, kapal dengan 50 Anak Buah Kapal (ABK) merawat pasien positif Covid-19 dengan rujukan dari puskesmas.

”Ini untuk menghindari masyarakat yang positif tidak isolasi mandiri di rumah karena ditakutkan ada orang tua yang rentan dan anak-anak,” jelas Reihana.

Sementara, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang meninjau langsung KM Lawit pada Kamis menerangkan, kapal ini milik PT Pelni.

”Ini semua adalah perhatian khusus dari pemerintah sebagai salah satu upaya kita terhadap pengendalian Covid-19 karena rakyat harus kita selamatkan,” ujar Arinal.

Saat peninjauan, Arinal didampingi Plt. Kepala KSOP Kelas I Panjang Hendri Ginting, Kapten Herman Obrein, dan perwakilan PT Pelindo II/IPC Cabang Panjang.

Arinal mengatakan, kehadiran tempat isolasi apung ini untuk mengantisipasi bila terjadi penambahan pasien kasus Covid-19 terutama di wilayah Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Pesawaran.

Saat ini, menurutnya angka Covid-19 di Lampung cenderung mengalami penurunan yang signifikan.

”Nanti pemerintah daerah hanya menyiapkan nakes di kapal. Karena pendukung lainnya disiapkan dari Kemenkes, PT Pelni, BNPB, dan Kemenhub,” pungkasnya.(*)

Laporan Dwi Des Saputra, Kontributor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya