Hampir Sepuluh Ribu Benih Lobster Nyaris Diselundupkan ke Luar Negeri
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Hampir Sepuluh Ribu Benih Lobster Nyaris Diselundupkan ke Luar Negeri

...
RILIS.ID
Cilacap
30 September 2021 - 11:12 WIB
Jateng | RILISID
...
Polda Jateng saat menggelar konferensi pers terkait penggagalan penyelundupan benih lobster. Foto Tribratanews.polri.go.id/IST

RILISID, Cilacap — Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL).

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi didampingi Dirpolair Polda Jateng Kombes R. Setijo Nugroho dan beberapa pejabat utama polda setempat mengungkapkan keberhasilan itu dalam konferensi pers di halaman kantor polda setempat.

Luthfi mengatakan, pengungkapan kasus itu berdasarkan informasi tentang pengambilan, pendistribusian, penjualan BBL di wilayah perairan Cilacap. Selanjutnya, tim Subdit Gakkum Ditpolariud Polda Jateng langsung mendalami informasi tersebut.

”Dalam penyelidikan ternyata benar banyak nelayan yang melakukan kegiatan mencari BBL,” jelasnya dilansir dari tribratanews.polri.go.id.

Kemudian, pada Selasa (31 Agustus 2021), tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jateng membuntuti mobil Avanza R 9474 PK yang dikendarai YPD, di Jalan Jeruk Legi, Cilacap.

Mobil itu lantas dihentikan. Dan saat diperiksa ditemukan BBL jenis mutiara sebanyak 1.200 ekor dan BBL jenis pasir sekitar 8.120 ekor.

Ia memaparkan, ribuan BBL itu disimpan dalam sebuah kardus bungkus rokok. Anggotanya lantas mengamankan sopir mobil tersebut serta BBL.

”Diduga BBL akan diselundupkan ke luar negeri,” jelas Luthfi.

Kapolda menambahkan, tersangka dikenakan pasal 92 Jo pasal 26, ayat 1 Undang Undang RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tentang perubahan atas UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dalam konferensi pers itu, Kapolda Jateng juga menyerahkan secara simbolis benih lobster kepada Plt. Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Muh. Arifin.

”Tersangka diancam hukuman 8 tahun penjara dengan denda Rp1,5 miliar,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Hampir Sepuluh Ribu Benih Lobster Nyaris Diselundupkan ke Luar Negeri

...
RILIS.ID
Cilacap
30 September 2021 - 11:12 WIB
Jateng | RILISID
...
Polda Jateng saat menggelar konferensi pers terkait penggagalan penyelundupan benih lobster. Foto Tribratanews.polri.go.id/IST

RILISID, Cilacap — Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL).

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi didampingi Dirpolair Polda Jateng Kombes R. Setijo Nugroho dan beberapa pejabat utama polda setempat mengungkapkan keberhasilan itu dalam konferensi pers di halaman kantor polda setempat.

Luthfi mengatakan, pengungkapan kasus itu berdasarkan informasi tentang pengambilan, pendistribusian, penjualan BBL di wilayah perairan Cilacap. Selanjutnya, tim Subdit Gakkum Ditpolariud Polda Jateng langsung mendalami informasi tersebut.

”Dalam penyelidikan ternyata benar banyak nelayan yang melakukan kegiatan mencari BBL,” jelasnya dilansir dari tribratanews.polri.go.id.

Kemudian, pada Selasa (31 Agustus 2021), tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jateng membuntuti mobil Avanza R 9474 PK yang dikendarai YPD, di Jalan Jeruk Legi, Cilacap.

Mobil itu lantas dihentikan. Dan saat diperiksa ditemukan BBL jenis mutiara sebanyak 1.200 ekor dan BBL jenis pasir sekitar 8.120 ekor.

Ia memaparkan, ribuan BBL itu disimpan dalam sebuah kardus bungkus rokok. Anggotanya lantas mengamankan sopir mobil tersebut serta BBL.

”Diduga BBL akan diselundupkan ke luar negeri,” jelas Luthfi.

Kapolda menambahkan, tersangka dikenakan pasal 92 Jo pasal 26, ayat 1 Undang Undang RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tentang perubahan atas UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dalam konferensi pers itu, Kapolda Jateng juga menyerahkan secara simbolis benih lobster kepada Plt. Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Muh. Arifin.

”Tersangka diancam hukuman 8 tahun penjara dengan denda Rp1,5 miliar,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya