Hujan Air Mata di Lampung Selatan, 263 Anak Menjadi Yatim Piatu karena Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Hujan Air Mata di Lampung Selatan, 263 Anak Menjadi Yatim Piatu karena Covid-19

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
3 September 2021 - 18:23 WIB
Lampung | RILISID
...
Ilustrasi Istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Pandemi Covid-19 di Lampung Selatan (Lamsel) menjadi mimpi buruk bagi anak-anak di kabupaten tersebut.

Tercatat, 263 orang anak di Lamsel menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua akibat Covid-19.

Kepala Dinas Sosial (Dissos) Lamsel Dulkahar membenarkan informasi tersebut, Jumat (3/9/2021).

Ia mengatakan, data itu dihimpun sejak terkonfirmasinya kasus Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020 hingga saat ini.

”Kementerian Sosial (Kemensos) yang minta. Datanya dinamis, nanti akan kita kirim terus kalau ada perubahan,” ujarnya.

Dulkahar mengaku belum mengetahui jenis bantuan apa yang akan diberikan Kemensos sebagai upaya memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak-anak itu.

”Mungkin untuk pendidikan, KIP, KIS, atau bantuan berupa program PKH,” duganya.

Untuk Pemkab Lamsel sendiri telah memiliki program santunan kepada keluarga pasien yang meninggal akibat Covid-19. Rp5 juta per santunan.

”Wagub Lampung Chusnunia Chalim sampai memberikan apresiasi khusus karena jumlahnya terbesar di provinsi ini,” pungkasnya.(*)

Laporan Ahmad Kurdy/Kontributor Rilis.id Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Hujan Air Mata di Lampung Selatan, 263 Anak Menjadi Yatim Piatu karena Covid-19

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
3 September 2021 - 18:23 WIB
Lampung | RILISID
...
Ilustrasi Istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Pandemi Covid-19 di Lampung Selatan (Lamsel) menjadi mimpi buruk bagi anak-anak di kabupaten tersebut.

Tercatat, 263 orang anak di Lamsel menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua akibat Covid-19.

Kepala Dinas Sosial (Dissos) Lamsel Dulkahar membenarkan informasi tersebut, Jumat (3/9/2021).

Ia mengatakan, data itu dihimpun sejak terkonfirmasinya kasus Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020 hingga saat ini.

”Kementerian Sosial (Kemensos) yang minta. Datanya dinamis, nanti akan kita kirim terus kalau ada perubahan,” ujarnya.

Dulkahar mengaku belum mengetahui jenis bantuan apa yang akan diberikan Kemensos sebagai upaya memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak-anak itu.

”Mungkin untuk pendidikan, KIP, KIS, atau bantuan berupa program PKH,” duganya.

Untuk Pemkab Lamsel sendiri telah memiliki program santunan kepada keluarga pasien yang meninggal akibat Covid-19. Rp5 juta per santunan.

”Wagub Lampung Chusnunia Chalim sampai memberikan apresiasi khusus karena jumlahnya terbesar di provinsi ini,” pungkasnya.(*)

Laporan Ahmad Kurdy/Kontributor Rilis.id Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya