Jual Surat Keterangan Palsu Hasil Swab Rp25 Ribu per Lembar, Warga Tangerang Ini Diringkus Polisi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Jual Surat Keterangan Palsu Hasil Swab Rp25 Ribu per Lembar, Warga Tangerang Ini Diringkus Polisi

...
RILIS.ID
Tangerang
25 Agustus 2021 - 20:29 WIB
Banten | RILISID
...
Polisi saat menjelaskan penangkapan tersangka pemalsu surat keterangan hasil swab di Kabupaten Tangerang./Foto: tribratanews.polri.go.id./istimewa.

RILISID, Tangerang — GTL alias G (23), warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten diringkus polisi. Ia juga telah ditetapkan tersangka pemalsu surat keterangan hasil swab.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro didampingi Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga dalam press release di Mapolresta Tangerang, Selasa (24/8/2021) mengatakan, GTL diringkus berdasarkan laporan dari masyarakat yang bernomor LP/311/A/VIII/RES.1.9/2021/Resta Tangerang, tanggal 14 Agustus 2021.

”Polresta Tangerang Polda Banten berhasil mengamankan satu orang tersangka dalam kasus ini,” ujarnya dilansir dari tribratanews.polri.go.id.

Wahyu menjelaskan, modus yang digunakan tersangka dalam memalsukan surat keterangan hasil swab antigen Covid-19 tersebut adalah dengan men-scan surat keterangan hasil swab antigen yang asli. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam folder dan diedit menggunakan aplikasi photoshop dan selanjutnya dicetak.

”Biaya dalam pembuatan surat keterangan hasil swab Covid-19 tersebut sebesar Rp25.000/lembar,” terangnya.

Ia menambahkan, berdasarkan penangkapan tersebut, Polresta Tangerang juga mengamankan 1 unit CPU merek Alcatros, 1 unit monitor merek LG, 1 unit keyboard merek M-Tech, 1 unit printer merek Epson.

Kemudian, 1 unit mesin scan merek Canoscan, 1 buah kartu vaksin asli atas nama Sri Kusmiyati, 1 lembar surat keterangan hasil swab antigen covid-19 atas nama Sri Kusmiyati, 1 lembar surat hasil swab antigen atas nama Siti Rahayu dan uang tunai sebesar Rp100.000.

”Tersangka terancam hukuman paling berat selama 6 tahun penjara karena perbuatannya tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 ini untuk mencari keuntungan.

”Silakan masyarakat membuat surat keterangan hasil swab ini di tempat-tempat yang sudah diperuntukkan,” imbaunya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Jual Surat Keterangan Palsu Hasil Swab Rp25 Ribu per Lembar, Warga Tangerang Ini Diringkus Polisi

...
RILIS.ID
Tangerang
25 Agustus 2021 - 20:29 WIB
Banten | RILISID
...
Polisi saat menjelaskan penangkapan tersangka pemalsu surat keterangan hasil swab di Kabupaten Tangerang./Foto: tribratanews.polri.go.id./istimewa.

RILISID, Tangerang — GTL alias G (23), warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten diringkus polisi. Ia juga telah ditetapkan tersangka pemalsu surat keterangan hasil swab.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro didampingi Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga dalam press release di Mapolresta Tangerang, Selasa (24/8/2021) mengatakan, GTL diringkus berdasarkan laporan dari masyarakat yang bernomor LP/311/A/VIII/RES.1.9/2021/Resta Tangerang, tanggal 14 Agustus 2021.

”Polresta Tangerang Polda Banten berhasil mengamankan satu orang tersangka dalam kasus ini,” ujarnya dilansir dari tribratanews.polri.go.id.

Wahyu menjelaskan, modus yang digunakan tersangka dalam memalsukan surat keterangan hasil swab antigen Covid-19 tersebut adalah dengan men-scan surat keterangan hasil swab antigen yang asli. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam folder dan diedit menggunakan aplikasi photoshop dan selanjutnya dicetak.

”Biaya dalam pembuatan surat keterangan hasil swab Covid-19 tersebut sebesar Rp25.000/lembar,” terangnya.

Ia menambahkan, berdasarkan penangkapan tersebut, Polresta Tangerang juga mengamankan 1 unit CPU merek Alcatros, 1 unit monitor merek LG, 1 unit keyboard merek M-Tech, 1 unit printer merek Epson.

Kemudian, 1 unit mesin scan merek Canoscan, 1 buah kartu vaksin asli atas nama Sri Kusmiyati, 1 lembar surat keterangan hasil swab antigen covid-19 atas nama Sri Kusmiyati, 1 lembar surat hasil swab antigen atas nama Siti Rahayu dan uang tunai sebesar Rp100.000.

”Tersangka terancam hukuman paling berat selama 6 tahun penjara karena perbuatannya tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 ini untuk mencari keuntungan.

”Silakan masyarakat membuat surat keterangan hasil swab ini di tempat-tempat yang sudah diperuntukkan,” imbaunya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya