Kecanduan Judi Online, Paman Ajak Keponakan Gasak Kota Amal di Tujuh Masjid
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kecanduan Judi Online, Paman Ajak Keponakan Gasak Kota Amal di Tujuh Masjid

...
RILIS.ID
Pringsewu
26 Agustus 2021 - 21:28 WIB
Lampung | RILISID
...
Tersangka Aanga saat digelandang polisi menggunakan kursi roda di Mapolres Pringsewu, Kamis (26/8/2021). FOTO: Yuda Haryono

RILISID, Pringsewu — Dua warga Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, masing-masing bernama Aanga Saputra (24) dan BR (13) diringkus petugas Satreskrim Polres Pringsewu.

Penyebabnya, keduanya nekat mencuri kotak amal di tujuh masjid dan musala yang berlokasi di dua kabupaten.

Pencurian mereka sempat terekam kamera CCTV, hingga akhirnya berbekal rekaman itu, polisi pada Rabu (25/8/2021) berhasil mengamankan mereka. Petugas juga ”menghadiahi” timah panas di kaki tersangka Aanga.

Kasatreskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengatakan, pencurian dilakukan kedua tersangka pada Juni 2021. Dalam waktu sebulan itu, mereka sudah mencuri di 7 masjid atau musala.

Rinciannya, lima lokasi di wilayah Kabupaten Pringsewu dan dua lokasi di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Tersangka BR, lanjut Adigo, ditangkap di rumahnya di wilayah Kecamatan Pulau Panggung, sedangkan Aanga ditangkap saat memperbaiki motornya di sebuah bengkel di Kecamatan Talangpadang, Tanggamus.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku mendapat hampir Rp10 juta dari aksinya mencuri di tujuh tempat ibadah tersebut.

”Keduanya menggunakan obeng dan kunci Inggris untuk membuka kotak amal. Uang curian sebagian besar dipakai bermain judi online, membeli HP, untuk kebutuhan sehari-hari, juga membayar motornya yang digadai,” ujar Adigo, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, tersangka mengaku mulai kecanduan judi online sejak 2020. Tersangka Aanga sempat menderita kekalahan dan untuk membiayai hobi judinya itu, ia sering menjual HP hingga menggadaikan motor.

Ia pun mengajak keponakannya BR yang masih berstatus pelajar SMP untuk ikut mencuri. Aanga mengiming-imingi BR jika mengikuti ajakannya bisa mendapatkan ponsel idamannya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

”Karena salah satu tersangka masih di bawah umur, maka dalam proses peradilannya tetap mengacu pada UU Nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak,” pungkasnya.(*)

Laporan Yuda Haryono/Rilisid Pringsewu

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Kecanduan Judi Online, Paman Ajak Keponakan Gasak Kota Amal di Tujuh Masjid

...
RILIS.ID
Pringsewu
26 Agustus 2021 - 21:28 WIB
Lampung | RILISID
...
Tersangka Aanga saat digelandang polisi menggunakan kursi roda di Mapolres Pringsewu, Kamis (26/8/2021). FOTO: Yuda Haryono

RILISID, Pringsewu — Dua warga Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, masing-masing bernama Aanga Saputra (24) dan BR (13) diringkus petugas Satreskrim Polres Pringsewu.

Penyebabnya, keduanya nekat mencuri kotak amal di tujuh masjid dan musala yang berlokasi di dua kabupaten.

Pencurian mereka sempat terekam kamera CCTV, hingga akhirnya berbekal rekaman itu, polisi pada Rabu (25/8/2021) berhasil mengamankan mereka. Petugas juga ”menghadiahi” timah panas di kaki tersangka Aanga.

Kasatreskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengatakan, pencurian dilakukan kedua tersangka pada Juni 2021. Dalam waktu sebulan itu, mereka sudah mencuri di 7 masjid atau musala.

Rinciannya, lima lokasi di wilayah Kabupaten Pringsewu dan dua lokasi di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Tersangka BR, lanjut Adigo, ditangkap di rumahnya di wilayah Kecamatan Pulau Panggung, sedangkan Aanga ditangkap saat memperbaiki motornya di sebuah bengkel di Kecamatan Talangpadang, Tanggamus.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku mendapat hampir Rp10 juta dari aksinya mencuri di tujuh tempat ibadah tersebut.

”Keduanya menggunakan obeng dan kunci Inggris untuk membuka kotak amal. Uang curian sebagian besar dipakai bermain judi online, membeli HP, untuk kebutuhan sehari-hari, juga membayar motornya yang digadai,” ujar Adigo, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, tersangka mengaku mulai kecanduan judi online sejak 2020. Tersangka Aanga sempat menderita kekalahan dan untuk membiayai hobi judinya itu, ia sering menjual HP hingga menggadaikan motor.

Ia pun mengajak keponakannya BR yang masih berstatus pelajar SMP untuk ikut mencuri. Aanga mengiming-imingi BR jika mengikuti ajakannya bisa mendapatkan ponsel idamannya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

”Karena salah satu tersangka masih di bawah umur, maka dalam proses peradilannya tetap mengacu pada UU Nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak,” pungkasnya.(*)

Laporan Yuda Haryono/Rilisid Pringsewu

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya