Peringati Sumpah Pemuda, Pengusaha Ini Singgung Garuda Indonesia yang Terancam Dikuasai Asing
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Peringati Sumpah Pemuda, Pengusaha Ini Singgung Garuda Indonesia yang Terancam Dikuasai Asing

...
Imron Hakiki
Malang
28 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Jatim | RILISID
...
Pengusaha Joni Sujatmiko saat memimpin upacara peringatan Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Seorang pengusaha asal Malang, Joni Sujatmoko mengajak puluhan pemuda-pemuda millenial untuk mengucapkan ikrar tiga pilar spirit kebangsaan.

Ketiga pilar dimaksud yakni Beli Indonesia Kita Kaya; Utang Kertas Bayar Kertas, Aset Bangsa Terselamatkan; dan Tuntas Bersihkan Sampah untuk Indonesia Indah.

Pengucapan ikrar berlangsung saat upacara peringatan Sumpah Pemuda di Wisata Gentong Mas, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Kamis (28/10/2021).

"Maksud beli Indonesia kita kaya yakni menumbuhkan kesadaran untuk membeli hasil produksi Indonesia. Dengan begitu terbukanya lapangan pekerjaan yang luas bakal terjamin bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Joni.

Lebih lanjut, Joni menjelaskan arti pilar kedua yakni utang kertas dibayar kertas, aset bangsa terselamatkan.

Menurutnya, hal itu mendorong BUMN dan swasta pemilik aset bangsa apabila melakukan utang luar negeri dalam bentuk uang, maka harus dibayar dalam bentuk mata uang juga. Bukan dibayar menggunakan aset atau saham.

"Kalau prinsip ini dijalankan, maka tidak akan ada aset bangsa yang dikuasai asing," terang pembina PWI Malang Raya tersebut.

Joni mengungkapkan pilar kedua di atas berawal dari keprihatinannya terhadap beberapa aset bangsa yang banyak dikuasai oleh asing. Salah satu contohnya, Garuda Indonesia yang akan dipailitkan.

"Ini kan karena tidak mampu membayar utang dengan uang. Sehingga Garuda Indonesia terancam pailit. Kemudian pastinya aset Garuda Indonesia nanti akan dijual untuk luar negeri," ungkapnya.

"Hal semacam ini kan merupakan bentuk penjajahan terbaru. Seberapa besar aset kita dikuasai asing, tentu sejauh itu kita terjajah oleh asing," sambung Joni.

Sedangkan pilar tuntas bersihkan sampah untuk Indonesia indah, Joni ingin menanamkan kesadaran terhadap keindahan dan kelestarian alam.

"Baru berikutnya konsep, kreasi dan inovasi tentang keindahan bisa kita wujudkan. Bicara tuntas bersihkan sampah, tidak bisa hanya mengandalkan para pengelolah sampah, tapi lebih dibutuhkan kesadaran bersama seluruh masyarakat," jelasnya.

Untuk saat ini, masih kata Joni, ketiga pilar itu diaplikasikan pada tingkatan terkecil yakni di Desa Sukolilo.

"Dengan cara membeli hasil produksi masyarakat Sukolilo dan membersihkan sampah di Sukolilo. Untuk kemudian kita sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Peringati Sumpah Pemuda, Pengusaha Ini Singgung Garuda Indonesia yang Terancam Dikuasai Asing

...
Imron Hakiki
Malang
28 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Jatim | RILISID
...
Pengusaha Joni Sujatmiko saat memimpin upacara peringatan Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021). FOTO: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Seorang pengusaha asal Malang, Joni Sujatmoko mengajak puluhan pemuda-pemuda millenial untuk mengucapkan ikrar tiga pilar spirit kebangsaan.

Ketiga pilar dimaksud yakni Beli Indonesia Kita Kaya; Utang Kertas Bayar Kertas, Aset Bangsa Terselamatkan; dan Tuntas Bersihkan Sampah untuk Indonesia Indah.

Pengucapan ikrar berlangsung saat upacara peringatan Sumpah Pemuda di Wisata Gentong Mas, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Kamis (28/10/2021).

"Maksud beli Indonesia kita kaya yakni menumbuhkan kesadaran untuk membeli hasil produksi Indonesia. Dengan begitu terbukanya lapangan pekerjaan yang luas bakal terjamin bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Joni.

Lebih lanjut, Joni menjelaskan arti pilar kedua yakni utang kertas dibayar kertas, aset bangsa terselamatkan.

Menurutnya, hal itu mendorong BUMN dan swasta pemilik aset bangsa apabila melakukan utang luar negeri dalam bentuk uang, maka harus dibayar dalam bentuk mata uang juga. Bukan dibayar menggunakan aset atau saham.

"Kalau prinsip ini dijalankan, maka tidak akan ada aset bangsa yang dikuasai asing," terang pembina PWI Malang Raya tersebut.

Joni mengungkapkan pilar kedua di atas berawal dari keprihatinannya terhadap beberapa aset bangsa yang banyak dikuasai oleh asing. Salah satu contohnya, Garuda Indonesia yang akan dipailitkan.

"Ini kan karena tidak mampu membayar utang dengan uang. Sehingga Garuda Indonesia terancam pailit. Kemudian pastinya aset Garuda Indonesia nanti akan dijual untuk luar negeri," ungkapnya.

"Hal semacam ini kan merupakan bentuk penjajahan terbaru. Seberapa besar aset kita dikuasai asing, tentu sejauh itu kita terjajah oleh asing," sambung Joni.

Sedangkan pilar tuntas bersihkan sampah untuk Indonesia indah, Joni ingin menanamkan kesadaran terhadap keindahan dan kelestarian alam.

"Baru berikutnya konsep, kreasi dan inovasi tentang keindahan bisa kita wujudkan. Bicara tuntas bersihkan sampah, tidak bisa hanya mengandalkan para pengelolah sampah, tapi lebih dibutuhkan kesadaran bersama seluruh masyarakat," jelasnya.

Untuk saat ini, masih kata Joni, ketiga pilar itu diaplikasikan pada tingkatan terkecil yakni di Desa Sukolilo.

"Dengan cara membeli hasil produksi masyarakat Sukolilo dan membersihkan sampah di Sukolilo. Untuk kemudian kita sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya