Resmikan Patung Bung Karno, Megawati: Kalau dari Islam Garis Keras Tidak Boleh
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Resmikan Patung Bung Karno, Megawati: Kalau dari Islam Garis Keras Tidak Boleh

...
RILIS.ID
Bandarlampung
30 Oktober 2021 - 8:02 WIB
Lampung | RILISID
...
Megawati Soekarnoputri. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Bandarlampung — Patung Presiden RI pertama Soekarno atau Bung Karno sedang ramai dibangun di wilayah Indonesia.

Terbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung meresmikan Patung Bung Karno yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Enggal pada Kamis (28/10/2021).

Peresmian itu dilakukan oleh putri Bung Karno yang juga Presiden RI ke-5 dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara virtual.

Megawati mengucapkan terima kasih kepada Lampung yang sudah membangun Patung Bung Karno setinggi 7 meter.

"Saya berterima kasih kepada Lampung karena telah membuat patung beliau (Soekarno)," ucapnya dikutip dari kanal YouTube Bunda Eva milik Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, Sabtu (30/10/2021).

"Karena saya ingin benar, bukan karena saya putrinya. Tapi saya secara ideologi mengikuti pemikiran-pemikiran beliau," lanjut Megawati.

Menurut dia, Bung Karno pada suatu waktu pernah ingin ditenggelamkan. Akan tetapi, hal itu tak bisa terwujud karena Bung Karno memiliki warisan (legacy) yang belum tentu dimiliki pemimpin lainnya.

”Bung Karno itu memiliki legacy, jadi itu tidak mungkin dihapuskan oleh sejarah, sejarah bangsa,” kata Megawati.

Karenanya, Megawati berharap setiap daerah membuat patung Bung Karno sebagai warisan kepada generasi bangsa di masa mendatang.

”Bikinlah di setiap daerah yang namanya patung beliau. Mau tidak mau, suka tidak suka, beliau adalah Proklamator kita, Bapak Bangsa dan diberi gelar pahlawan nasional. Hal seperti itu harus diingatkan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Megawati mengungkapkan bahwa sebuah patung memang hanya bersifat simbolis.

”Tetapi kalau hanya dikatakan saja, tidak memungkinkan orang akan melihat, bahwa bagaimana toh sosoknya. Patung itu kan mempresentasikan sosok seseorang. Pangeran Diponegoro begini, Bung Karno begitu,” tambahnya.

Megawati mengakui adanya penolakan keberadaan patung dari kalangan Islam garis keras.

”Takut didewakan atau disembah, tidak ada niat seperti itu. Hanya sebuah pengenalan dari suatu sosok pahlawan-pahlawan,” jelasnya.

Dia pun mengaku acapkali mengatakan agar seluruh pahlawan bangsa diwujudkan dalam bentuk fisik.

"Kalau bisa, seluruh pahlawan diwujudkan dalam bentuk fisik (patung). Saya saja kalau tidak diberitahu ayah saya (Soekarno) tidak mengetahui bagaimana sosok Pattimura," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Resmikan Patung Bung Karno, Megawati: Kalau dari Islam Garis Keras Tidak Boleh

...
RILIS.ID
Bandarlampung
30 Oktober 2021 - 8:02 WIB
Lampung | RILISID
...
Megawati Soekarnoputri. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Bandarlampung — Patung Presiden RI pertama Soekarno atau Bung Karno sedang ramai dibangun di wilayah Indonesia.

Terbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung meresmikan Patung Bung Karno yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Enggal pada Kamis (28/10/2021).

Peresmian itu dilakukan oleh putri Bung Karno yang juga Presiden RI ke-5 dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara virtual.

Megawati mengucapkan terima kasih kepada Lampung yang sudah membangun Patung Bung Karno setinggi 7 meter.

"Saya berterima kasih kepada Lampung karena telah membuat patung beliau (Soekarno)," ucapnya dikutip dari kanal YouTube Bunda Eva milik Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, Sabtu (30/10/2021).

"Karena saya ingin benar, bukan karena saya putrinya. Tapi saya secara ideologi mengikuti pemikiran-pemikiran beliau," lanjut Megawati.

Menurut dia, Bung Karno pada suatu waktu pernah ingin ditenggelamkan. Akan tetapi, hal itu tak bisa terwujud karena Bung Karno memiliki warisan (legacy) yang belum tentu dimiliki pemimpin lainnya.

”Bung Karno itu memiliki legacy, jadi itu tidak mungkin dihapuskan oleh sejarah, sejarah bangsa,” kata Megawati.

Karenanya, Megawati berharap setiap daerah membuat patung Bung Karno sebagai warisan kepada generasi bangsa di masa mendatang.

”Bikinlah di setiap daerah yang namanya patung beliau. Mau tidak mau, suka tidak suka, beliau adalah Proklamator kita, Bapak Bangsa dan diberi gelar pahlawan nasional. Hal seperti itu harus diingatkan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Megawati mengungkapkan bahwa sebuah patung memang hanya bersifat simbolis.

”Tetapi kalau hanya dikatakan saja, tidak memungkinkan orang akan melihat, bahwa bagaimana toh sosoknya. Patung itu kan mempresentasikan sosok seseorang. Pangeran Diponegoro begini, Bung Karno begitu,” tambahnya.

Megawati mengakui adanya penolakan keberadaan patung dari kalangan Islam garis keras.

”Takut didewakan atau disembah, tidak ada niat seperti itu. Hanya sebuah pengenalan dari suatu sosok pahlawan-pahlawan,” jelasnya.

Dia pun mengaku acapkali mengatakan agar seluruh pahlawan bangsa diwujudkan dalam bentuk fisik.

"Kalau bisa, seluruh pahlawan diwujudkan dalam bentuk fisik (patung). Saya saja kalau tidak diberitahu ayah saya (Soekarno) tidak mengetahui bagaimana sosok Pattimura," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya