Sadis! Usai Diperkosa, Siswi SD di Malang Disiksa Delapan Orang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sadis! Usai Diperkosa, Siswi SD di Malang Disiksa Delapan Orang

...
Iwan Irawan
Kota Malang
22 November 2021 - 16:52 WIB
Daerah | RILISID
...
Tim kuasa hukum korban menunjukan bukti laporan polisi, Senin (22/11/2021). Foto: Iwan

RILISID, Kota Malang — Seorang siswi kelas VI salah satu SD di kawasan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi korban pemerkosaan.

Korban diduga diperkosa oleh pria berinisial Y (18), warga Jalan Teluk Bayur Arjosari, Blimbing.

Tak cukup sampai di situ, korban juga mengalami penyiksaan seusai diperkosa Y. Setidaknya ada delapan orang yang diduga menyiksa korban.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Teluk Bayur dan penyiksaannya di kawasan Perumahan Puri Palma Araya, pada Kamis (18/11/2021).

Kuasa hukum korban dari IKADIN Malang Raya, Do Merda Al Romdoni, menjelaskan awalnya korban bermain ke rumah seorang rekannya berinisial D, yang juga diduga ikut melakukan penyiksaan.

Namun, ia mengaku belum mengetahui dari mana dan siapa yang memberikan nomor handphone (HP) korban kepada Y.

Sewaktu berada di rumah D, kata Merda, korban kemudian menerima percakapan singkat via WhatsApp dari Y.

"Chating itu bertujuan mengajak jalan-jalan korban, setelah berkeliling di kawasan Blimbing. Y kemudian membawa korban ke rumahnya. Di sanalah korban diperkosa dengan diancam pisau dan tangannya diikat pakai kain serta mulutnya disumpal pakai kain," beber Merda, Senin (22/11/2021).

Tak lama berselang, istri Y datang dengan membawa delapan orang yang terdiri dari lima perempuan dan lima pria.

"Korban dicaci maki atau diumpat dengan berbagai tuduhan. Selepas itu, korban pun dibawa pergi oleh delapan orang tersebut ke kawasan perumahan Araya yakni di dekat Puri Palma. Di mana kawasan itu terkenal sepi," paparnya.

Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian tubuhnya. Di antaranya perut, leher, kepala, dan wajah.

Teman korban yang satu panti asuhan di PA Assidqqi Asy-Syuhada Blimbing Kota Malang mengetahui hal itu langsung melaporkan kepada ibu korban di Sidoarjo.

Didampingi IKADIN Malang Raya, ibu korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Malang Kota pada Jumat (19/11/2021).

"Hari ini, Senin (22/11/21), IKADIN Malang Raya akan mendampingi juga ibu korban melaporkan kesembilan pelakunya terkait kasus Pasal 81 maupun 170 tentang perlindungan anak terkait pencabulan serta pengeroyokan maupun 369 tentang perampasan," ujar Merda.

Sementara itu, pihak PA Assidqqii Asy-Syuhada melalui humasnya M. Muniri membenarkan bahwa korban adalah salah satu santri di pondok tersebut.

"Kami sudah mengetahui dan mendengarkan kasus tersebut, sewaktu dijemput oleh orang tuanya. Dia adalah anak baik-baik saat ini berada di kelas 6 SD," ucap Muniri.

Terpisah, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengaku baru menerima laporan tersebut pada Minggu (21/11/2021).

"Hari ini kita undang korban dan para saksi untuk dimintai keterangan atau pemeriksaan. Dengan beredarnya video tersebut, kita butuh pendalaman (penyelidikan) seperti apa peristiwa yang sebenarnya," tuturnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sadis! Usai Diperkosa, Siswi SD di Malang Disiksa Delapan Orang

...
Iwan Irawan
Kota Malang
22 November 2021 - 16:52 WIB
Daerah | RILISID
...
Tim kuasa hukum korban menunjukan bukti laporan polisi, Senin (22/11/2021). Foto: Iwan

RILISID, Kota Malang — Seorang siswi kelas VI salah satu SD di kawasan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi korban pemerkosaan.

Korban diduga diperkosa oleh pria berinisial Y (18), warga Jalan Teluk Bayur Arjosari, Blimbing.

Tak cukup sampai di situ, korban juga mengalami penyiksaan seusai diperkosa Y. Setidaknya ada delapan orang yang diduga menyiksa korban.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Teluk Bayur dan penyiksaannya di kawasan Perumahan Puri Palma Araya, pada Kamis (18/11/2021).

Kuasa hukum korban dari IKADIN Malang Raya, Do Merda Al Romdoni, menjelaskan awalnya korban bermain ke rumah seorang rekannya berinisial D, yang juga diduga ikut melakukan penyiksaan.

Namun, ia mengaku belum mengetahui dari mana dan siapa yang memberikan nomor handphone (HP) korban kepada Y.

Sewaktu berada di rumah D, kata Merda, korban kemudian menerima percakapan singkat via WhatsApp dari Y.

"Chating itu bertujuan mengajak jalan-jalan korban, setelah berkeliling di kawasan Blimbing. Y kemudian membawa korban ke rumahnya. Di sanalah korban diperkosa dengan diancam pisau dan tangannya diikat pakai kain serta mulutnya disumpal pakai kain," beber Merda, Senin (22/11/2021).

Tak lama berselang, istri Y datang dengan membawa delapan orang yang terdiri dari lima perempuan dan lima pria.

"Korban dicaci maki atau diumpat dengan berbagai tuduhan. Selepas itu, korban pun dibawa pergi oleh delapan orang tersebut ke kawasan perumahan Araya yakni di dekat Puri Palma. Di mana kawasan itu terkenal sepi," paparnya.

Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian tubuhnya. Di antaranya perut, leher, kepala, dan wajah.

Teman korban yang satu panti asuhan di PA Assidqqi Asy-Syuhada Blimbing Kota Malang mengetahui hal itu langsung melaporkan kepada ibu korban di Sidoarjo.

Didampingi IKADIN Malang Raya, ibu korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Malang Kota pada Jumat (19/11/2021).

"Hari ini, Senin (22/11/21), IKADIN Malang Raya akan mendampingi juga ibu korban melaporkan kesembilan pelakunya terkait kasus Pasal 81 maupun 170 tentang perlindungan anak terkait pencabulan serta pengeroyokan maupun 369 tentang perampasan," ujar Merda.

Sementara itu, pihak PA Assidqqii Asy-Syuhada melalui humasnya M. Muniri membenarkan bahwa korban adalah salah satu santri di pondok tersebut.

"Kami sudah mengetahui dan mendengarkan kasus tersebut, sewaktu dijemput oleh orang tuanya. Dia adalah anak baik-baik saat ini berada di kelas 6 SD," ucap Muniri.

Terpisah, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengaku baru menerima laporan tersebut pada Minggu (21/11/2021).

"Hari ini kita undang korban dan para saksi untuk dimintai keterangan atau pemeriksaan. Dengan beredarnya video tersebut, kita butuh pendalaman (penyelidikan) seperti apa peristiwa yang sebenarnya," tuturnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya