Sempat Terpampang 2 Pekan, Rambu Parkir Bernominal di Malang Raib
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sempat Terpampang 2 Pekan, Rambu Parkir Bernominal di Malang Raib

...
Iwan Irawan
Malang
14 Oktober 2021 - 15:03 WIB
Daerah | RILISID
...
Juru parkir di Pasar Hewan Splendid saat menunjukkan rambu parkir bernominal yang raib. Foto: Iwan Irawan

RILISID, Malang — Rambu parkir bernominal di kawasan Pasar Hewan Splendid Kota Malang, Jawa Timur, disoal Lembaga Pengaduan Malang Raya (LPMR) lantaran tidak sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015.

Disebutkan dalam perda, retribusi mobil Rp3.000 dan sepeda motor Rp2.000. Akan tetapi, di papan itu tertuliskan retribusi mobil Rp4.000 dan sepeda motor Rp2.000. Sehingga hal itu menjadi perhatian tersendiri di masyarakat.

Koordinator LPMR Sudarno mengungkapkan, ditemukan rambu parkir bernominal di kawasan Pasar Hewan Splendid tidak sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015.

"Tertulis jelas retribusi mobil Rp4.000 dan sepeda motor Rp2.000 di papan tersebut. Perda sendiri menyebutkan, retribusi mobil ditetapkan Rp 3000 dan sepeda motor Rp 2000," ungkap dia.

Adanya hal ini, pihaknya langsung memastikan ke DPRD guna menanyakan kebenarannya Perda retribusi parkir yang berlaku saat ini.

"Kami dapatkan informasi pasti, hingga saat ini Perda nomor 3 tahun 2015 masih diberlakukan yakni roda empat Rp 3000 dan roda dua Rp 2000," tegasnya.

Adanya temuan tersebut. Pada hari Rabunya (13/10/21), papan nominalnya telah raib. Peristiwa semacam ini akhirnya menimbulkan dugaan penyusupan peraturan terselubung bertujuan mencari keuntungan belaka.

"Kami meminta Pemkot Malang dalam hal ini Inspektorat turun tangan untuk mengungkapnya. Siapa aktor sebenarnya dibalik semua ini," kata Sudarno.

Terpisah, Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya menandaskan, rambu bernominal di kawasan Pasar Hewan Splendid.

"Kami yakini ulah oknum tak bertanggungjawab alias tangan jahil," ucapnya.

"Dan kami pun sudah menegurnya maupun memberikan pembinaan kepada 5 atau 6 jukir di sana sekaligus mencopot papannya, Selasa (12/20/21) lalu," imbuhnya.

Sementara, seorang jukir bernama Irfan alias Doweh saat ditemui lokasi parkirnya, membenarkan adanya ulah tangan jahil terkait berubahnya nominal retribusi parkir untuk mobil.

"Benar mas, nampak bekas spidol ketika digosok warnanya pudar. Disisi lain, saya pun gak berani melakukan kecurangan seperti itu, saya narik retribusi sesuai karcis dari Dishub," terang Irfan.

Juru parkir lainnya, Hadi mengakui papan nominal bertuliskan Rp4.000 dan Rp2.000 terpasang satu atau dua minggu lalu. Dishub setempat juga sudah menegur Irfan dan Saiful.

"Kami berdua bersepakat tidak neko-neko, khawatir ada apa-apa jika melanggarnya," ucap Hadi.

Disinggung apakah dikumpulkan (dibina) oleh pihak Dishub terkait hal tersebut. Baik Hadi maupun Irfan serta Wahyu menyatakan tidak ada pembinaan.

"Kami berdua hanya ditegur dalam menarik retribusi agar sesuai karcis," ucap Hadi yang diamini Irfan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sempat Terpampang 2 Pekan, Rambu Parkir Bernominal di Malang Raib

...
Iwan Irawan
Malang
14 Oktober 2021 - 15:03 WIB
Daerah | RILISID
...
Juru parkir di Pasar Hewan Splendid saat menunjukkan rambu parkir bernominal yang raib. Foto: Iwan Irawan

RILISID, Malang — Rambu parkir bernominal di kawasan Pasar Hewan Splendid Kota Malang, Jawa Timur, disoal Lembaga Pengaduan Malang Raya (LPMR) lantaran tidak sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015.

Disebutkan dalam perda, retribusi mobil Rp3.000 dan sepeda motor Rp2.000. Akan tetapi, di papan itu tertuliskan retribusi mobil Rp4.000 dan sepeda motor Rp2.000. Sehingga hal itu menjadi perhatian tersendiri di masyarakat.

Koordinator LPMR Sudarno mengungkapkan, ditemukan rambu parkir bernominal di kawasan Pasar Hewan Splendid tidak sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2015.

"Tertulis jelas retribusi mobil Rp4.000 dan sepeda motor Rp2.000 di papan tersebut. Perda sendiri menyebutkan, retribusi mobil ditetapkan Rp 3000 dan sepeda motor Rp 2000," ungkap dia.

Adanya hal ini, pihaknya langsung memastikan ke DPRD guna menanyakan kebenarannya Perda retribusi parkir yang berlaku saat ini.

"Kami dapatkan informasi pasti, hingga saat ini Perda nomor 3 tahun 2015 masih diberlakukan yakni roda empat Rp 3000 dan roda dua Rp 2000," tegasnya.

Adanya temuan tersebut. Pada hari Rabunya (13/10/21), papan nominalnya telah raib. Peristiwa semacam ini akhirnya menimbulkan dugaan penyusupan peraturan terselubung bertujuan mencari keuntungan belaka.

"Kami meminta Pemkot Malang dalam hal ini Inspektorat turun tangan untuk mengungkapnya. Siapa aktor sebenarnya dibalik semua ini," kata Sudarno.

Terpisah, Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya menandaskan, rambu bernominal di kawasan Pasar Hewan Splendid.

"Kami yakini ulah oknum tak bertanggungjawab alias tangan jahil," ucapnya.

"Dan kami pun sudah menegurnya maupun memberikan pembinaan kepada 5 atau 6 jukir di sana sekaligus mencopot papannya, Selasa (12/20/21) lalu," imbuhnya.

Sementara, seorang jukir bernama Irfan alias Doweh saat ditemui lokasi parkirnya, membenarkan adanya ulah tangan jahil terkait berubahnya nominal retribusi parkir untuk mobil.

"Benar mas, nampak bekas spidol ketika digosok warnanya pudar. Disisi lain, saya pun gak berani melakukan kecurangan seperti itu, saya narik retribusi sesuai karcis dari Dishub," terang Irfan.

Juru parkir lainnya, Hadi mengakui papan nominal bertuliskan Rp4.000 dan Rp2.000 terpasang satu atau dua minggu lalu. Dishub setempat juga sudah menegur Irfan dan Saiful.

"Kami berdua bersepakat tidak neko-neko, khawatir ada apa-apa jika melanggarnya," ucap Hadi.

Disinggung apakah dikumpulkan (dibina) oleh pihak Dishub terkait hal tersebut. Baik Hadi maupun Irfan serta Wahyu menyatakan tidak ada pembinaan.

"Kami berdua hanya ditegur dalam menarik retribusi agar sesuai karcis," ucap Hadi yang diamini Irfan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya