Senator Sumbar Soroti Kelangkaan Solar, Pertamina: Bukan karena Subsidi Dicabut
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Senator Sumbar Soroti Kelangkaan Solar, Pertamina: Bukan karena Subsidi Dicabut

...
RILIS.ID
Jakarta
20 Oktober 2021 - 21:42 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Barat (Sumbar).

Kondisi ini mengakibatkan antrean panjang di jalan raya sekitar SPBU yang masih menyediakan solar.

Menyikapi hal itu, anggota Komite II DPD RI Emma Yohanna langsung menyambangi Kantor PT Pertamina Cabang Padang pada Selasa (19/10/2021).

"Saya mendapat pengaduan terkait kekurangan solar di masyarakat, saya juga menemukan di lapangan kemacetan di SPBU akibat antrean panjang kendaraan menunggu kedatangan solar," ujar Emma dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/10/2021).

Ia menegaskan, Pertamina harus memastikan ketersediaan BBM agar bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan, bukan dimanfaatkan oleh kepentingan sekelompok orang yang bertujuan untuk lahan bisnis.

Menurut senator asal Sumbar itu, diperlukan sistem penyaluran dan pengawasan yang baik dari Pertamina.

“BBM bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran, kita kasihan kepada nelayan dan petani yang tidak mendapatkan solar bersubsidi," ujarnya.

Emma meminta Pertamina semestinya membangun kerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak oknum yang menyalahgunakan BBM bersubsidi tersebut.

Pihaknya juga mengajak Pertamina melakukan sosialisasi yang masif tentang produk-produk pertamina lainnya.

"Tentunya yang bisa menjadi solusi bagi masyarakat selain menggunakan BBM jenis pertalite dan solar bersubsidi," tuturnya.

Sementara itu, Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta mengatakan ketersediaan BBM bersubsidi cukup.

Menurutnya, yang diperlukan adalah agar BBM bersubsidi tersebut sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor: 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dann Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Jika ada lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti melakukan penyelewengan maka akan dilakukan penindakan tegas.

“Kebijakan Pertamina menghilangkan subsidi solar belum ada. Untuk mengurangi kelangkaan solar, Pertamina sudah membuat sistem dalam mengatur kendaraan khusunya yang memperoleh solar subsidi, yang dibatasi untuk pengisian 1 unit truk sebanyak 90 liter," kata Wira.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan agar tidak terjadi pelanggaran dalam pengisian kuota BBM bersubsidi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Senator Sumbar Soroti Kelangkaan Solar, Pertamina: Bukan karena Subsidi Dicabut

...
RILIS.ID
Jakarta
20 Oktober 2021 - 21:42 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Barat (Sumbar).

Kondisi ini mengakibatkan antrean panjang di jalan raya sekitar SPBU yang masih menyediakan solar.

Menyikapi hal itu, anggota Komite II DPD RI Emma Yohanna langsung menyambangi Kantor PT Pertamina Cabang Padang pada Selasa (19/10/2021).

"Saya mendapat pengaduan terkait kekurangan solar di masyarakat, saya juga menemukan di lapangan kemacetan di SPBU akibat antrean panjang kendaraan menunggu kedatangan solar," ujar Emma dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/10/2021).

Ia menegaskan, Pertamina harus memastikan ketersediaan BBM agar bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan, bukan dimanfaatkan oleh kepentingan sekelompok orang yang bertujuan untuk lahan bisnis.

Menurut senator asal Sumbar itu, diperlukan sistem penyaluran dan pengawasan yang baik dari Pertamina.

“BBM bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran, kita kasihan kepada nelayan dan petani yang tidak mendapatkan solar bersubsidi," ujarnya.

Emma meminta Pertamina semestinya membangun kerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak oknum yang menyalahgunakan BBM bersubsidi tersebut.

Pihaknya juga mengajak Pertamina melakukan sosialisasi yang masif tentang produk-produk pertamina lainnya.

"Tentunya yang bisa menjadi solusi bagi masyarakat selain menggunakan BBM jenis pertalite dan solar bersubsidi," tuturnya.

Sementara itu, Sales Area Manajer Pertamina Sumbar I Made Wira Pramarta mengatakan ketersediaan BBM bersubsidi cukup.

Menurutnya, yang diperlukan adalah agar BBM bersubsidi tersebut sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor: 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dann Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Jika ada lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti melakukan penyelewengan maka akan dilakukan penindakan tegas.

“Kebijakan Pertamina menghilangkan subsidi solar belum ada. Untuk mengurangi kelangkaan solar, Pertamina sudah membuat sistem dalam mengatur kendaraan khusunya yang memperoleh solar subsidi, yang dibatasi untuk pengisian 1 unit truk sebanyak 90 liter," kata Wira.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan agar tidak terjadi pelanggaran dalam pengisian kuota BBM bersubsidi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya