Sultan Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Halal di Banten
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sultan Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Halal di Banten

...
RILIS.ID
Serang
30 November 2021 - 19:14 WIB
Daerah | RILISID
...
Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin saat kunjungan di Banten, Selasa (30/11/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Serang — Wakil DPD RI Sultan B Najamudin mendorong percepatan pembangunan kawasan industri halal di Banten.

Hal itu disampaikan Sultan saat menyambangi Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy di Kompleks Kantor Gubernur Banten, Selasa (30/11/2021).

"Banten secara historis merupakan kawasan dagang yang sangat maju di zamannya. Letaknya strategis di Selat Sunda dan erat kaitannya dengan jalur dagang kawasan Sumatera bahkan hingga ke Asia dan Eropa," ungkapnya.

Selain menjadi kawasan penyangga ibu kota Jakarta, lanjut Sultan, Banten menjadi pusat perkembangan dakwah Islam yang melahirkan banyak tokoh agama dan ulama ternama di Indonesia.

"Dan kita beruntung memiliki seorang wakil presiden yang adalah figur ulama dan fuqaha yang berasal dari Banten. Ini merupakan modal ekonomi, khususnya ekonomi syariah yang penting untuk kita support dan kembangkan bersama," jelasnya.

Menurutnya, Banten bisa menjadi kawasan percontohan pengembangan kawasan industri halal dan keuangan syariah di Indonesia di tengah meningkatnya tren industri dan bisnis halal di sejumlah negara maju.

"Sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar dunia, potensi industri dan bisnis syariah Indonesia sangat besar, namun terkesan masih tertinggal dibanding negara tetangga seperti Malaysia", ujarnya.

Akibatnya, masih kata Sultan, banyak produk halal justru berasal dari negara industri maju non-Islam. Padahal, RI sudah memiliki semua instrumen dan ekosistem halal yang lebih potensial.

"Kita memiliki SDA sekaligus pasarnya," ucap mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini.

Oleh karenanya, DPD secara kelembagaan merasa perlu untuk terlibat aktif dalam Berkontribusi memberikan masukan kepada para pimpinan daerah terkait pengembangan kawasan industri halal.

"Life style halal dan syari yang meningkat harus kita imbangi dengan suplai produk halal secara berkelanjutan. Dan kami sangat mengapresiasi Pemprov Banten yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam memahami kebutuhan masyarakat," tutur Sultan.

Sementara itu, Wagub Banten Andika Hazrumy mengaku sangat bersyukur dan menyambut baik masukan dan dukungan DPD terkait pengembangan kawasan industri halal di wilayah tersebut.

"Kami sedang intensif dan terus melakukan inovasi dan kolaborasi dengan semua pihak dalam memajukan ekosistem halal di Banten, termasuk lembaga legislatif dan pemerintah pusat. Sehingga diharapkan bisa menyusun kebijakan halal yang lebih inklusif dan terintegrasi," kata Andika.

Pada kesempatan itu, sejumlah senator turut hadir. Di antaranya Zuhri M. Syazali (Bangka Belitung), Edwin Pratama Putra (Riau), Dharma Setiawan (Kepulauan Riau), Matheus Stefi Pasimanjeku (Maluku Utara), dan Dokter Asyera R. A. Wunda Lero (NTT). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sultan Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Halal di Banten

...
RILIS.ID
Serang
30 November 2021 - 19:14 WIB
Daerah | RILISID
...
Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin saat kunjungan di Banten, Selasa (30/11/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Serang — Wakil DPD RI Sultan B Najamudin mendorong percepatan pembangunan kawasan industri halal di Banten.

Hal itu disampaikan Sultan saat menyambangi Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy di Kompleks Kantor Gubernur Banten, Selasa (30/11/2021).

"Banten secara historis merupakan kawasan dagang yang sangat maju di zamannya. Letaknya strategis di Selat Sunda dan erat kaitannya dengan jalur dagang kawasan Sumatera bahkan hingga ke Asia dan Eropa," ungkapnya.

Selain menjadi kawasan penyangga ibu kota Jakarta, lanjut Sultan, Banten menjadi pusat perkembangan dakwah Islam yang melahirkan banyak tokoh agama dan ulama ternama di Indonesia.

"Dan kita beruntung memiliki seorang wakil presiden yang adalah figur ulama dan fuqaha yang berasal dari Banten. Ini merupakan modal ekonomi, khususnya ekonomi syariah yang penting untuk kita support dan kembangkan bersama," jelasnya.

Menurutnya, Banten bisa menjadi kawasan percontohan pengembangan kawasan industri halal dan keuangan syariah di Indonesia di tengah meningkatnya tren industri dan bisnis halal di sejumlah negara maju.

"Sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar dunia, potensi industri dan bisnis syariah Indonesia sangat besar, namun terkesan masih tertinggal dibanding negara tetangga seperti Malaysia", ujarnya.

Akibatnya, masih kata Sultan, banyak produk halal justru berasal dari negara industri maju non-Islam. Padahal, RI sudah memiliki semua instrumen dan ekosistem halal yang lebih potensial.

"Kita memiliki SDA sekaligus pasarnya," ucap mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini.

Oleh karenanya, DPD secara kelembagaan merasa perlu untuk terlibat aktif dalam Berkontribusi memberikan masukan kepada para pimpinan daerah terkait pengembangan kawasan industri halal.

"Life style halal dan syari yang meningkat harus kita imbangi dengan suplai produk halal secara berkelanjutan. Dan kami sangat mengapresiasi Pemprov Banten yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam memahami kebutuhan masyarakat," tutur Sultan.

Sementara itu, Wagub Banten Andika Hazrumy mengaku sangat bersyukur dan menyambut baik masukan dan dukungan DPD terkait pengembangan kawasan industri halal di wilayah tersebut.

"Kami sedang intensif dan terus melakukan inovasi dan kolaborasi dengan semua pihak dalam memajukan ekosistem halal di Banten, termasuk lembaga legislatif dan pemerintah pusat. Sehingga diharapkan bisa menyusun kebijakan halal yang lebih inklusif dan terintegrasi," kata Andika.

Pada kesempatan itu, sejumlah senator turut hadir. Di antaranya Zuhri M. Syazali (Bangka Belitung), Edwin Pratama Putra (Riau), Dharma Setiawan (Kepulauan Riau), Matheus Stefi Pasimanjeku (Maluku Utara), dan Dokter Asyera R. A. Wunda Lero (NTT). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya