Warga Desak Lurah Ketawanggede Dicopot, Walkot Malang Mohon Waktu
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Warga Desak Lurah Ketawanggede Dicopot, Walkot Malang Mohon Waktu

...
Iwan Irawan
Kota Malang
30 November 2021 - 11:49 WIB
Daerah | RILISID
...
Perwakilan RW-RT menunjukan bukti tanda tangan pencopotan Lurah Ketawanggede. Foto: Ist

RILISID, Kota Malang — Ketua RW 1-5 dan 32 ketua RT di Kelurahan Ketawanggede, Lowokwaru Kota Malang, meminta Lurah setempat¬†Achmad Sandhi dicopot.

Sang lurah dinilai tidak bisa menjalin kedekatan dengan warga secara baik dan harmonis sejak awal memimpin kelurahan tersebut.

"Bahkan pelayanan kepada warga Ketawanggede sangat tidak memuaskan. Bisa dikatakan sangat menghambat atau kerap menolak permohonan dari warga," ungkap Ketua Forum RW 2 Kelurahan Ketawanggede Firman Qusnul Arif, Senin (29/11/2021) malam.

Lebih jauh, Arif menegaskan, sejak menjabat Lurah Ketawanggede hubungan dengan warga tidak terjalin dengan baik. Ada beberapa hal menurut warga di sini dinilai cukup krusial terkait pelayanannya.

"Salah satunya adalah penolakan penandatanganan program UMKM difasilitasi Diskoperindag terkait peningkatan status lahan milik warga RW 2 menjadi SHM ke BPN Kota Malang melalui PTSL," tegas Arif.

Hal itu dirasakan dan dinilai sangat menghambat keinginan warga. Hingga saat ini warga yang mengajukan surat keterangan waris atau hibah dari kelurahan belum terselesaikan alias mangkrak.

"Warga merasa dirugikan atas kinerja dan pola pelayanan Lurah Ketawanggede tersebut. Contoh lainnya, hilangnya catatan penting sebanyak 13 point hasil Musrenbang di kelurahan ketika dibawa ke kecamatan," tambahnya.

Persoalan lainnya jika dihitung dan dituliskan di media satu halaman penuh. Untuk itu, pihaknya telah melakukan upaya-upaya langkah normatif seperti mediasi selama tiga kali bersama Camat Lowokwaru waktu itu dijabat Camat Imam Badar dan Camat sekarang Joao Mario Gomes De Carvalho.

"Tapi tidak diketemukan solusinya, bahkan kami pun melayangkan surat permohonan pengajuan pergantian Lurah ke Wali Kota Malang melalui surat resmi dengan ditandatangani segenap pejabat RT dan RW Ketawanggede. Juga belum mendapatkan tindakan lebih lanjut," beber Arif.

"Warga melalui pengurus RT dan RW telah sepakat mengeluarkan keluhan dan kekecewaannya. "Kami meminta Lurah Ketawanggede mesti dievalusi (dipindahkan). Selanjutnya diberikan Lurah yang senantiasa peka dan aspiratif terhadap warga. Utamanya pelayanan kepada warga yang tidak menghambat maupun menolaknya," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota (Walkot) Malang Sutiaji berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga tersebut.

"Mohon waktu biar ditangani oleh Baperjakat, karena kewenangannya ada di Baperjakat. Dan surat pengajuan dari warga akan hal itu belum diterima di mejanya," jawab Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (30/11/2021).

Terpisah, Camat Lowokwaru Joao Mario Gomes De Carvalho meminta lurah dan warga Ketawanggede mengeyampingkan ego masing-masing. Sebaliknya, ia menyatukan tekadnya memajukan Ketawanggede lebih maju lagi.

"Saya kira media kapan hari itu sudah terselesaikan dan sudah saling memaafkan. Akan tetapi, sekiranya masih belum terselesaikan, akan saya cek lagi dan memanggil Lurahnya," tukasnya.

Beda apa yang disampaikan Lurah Ketawanggede Achmad Sandhi sejauh ini dalam memberikan pelayanan dan dalam berhubungan dengan warganya baik-baik saja.

Pihaknya juga tidak mengetahuinya perihal adanya keluhan dan kekecewaan dari warga Ketawanggede, sampai memasukkan surat segala ke Pemkot Malang.

"Namun demikian, saya selaku Lurah Ketawanggede hanya bisa pasrah saja apa katanya pimpinan. Ditempatkan di mana pun siap bertugas selaku bawahan, jika pun tetap di sini ya siap melanjutkan tugasnya," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Warga Desak Lurah Ketawanggede Dicopot, Walkot Malang Mohon Waktu

...
Iwan Irawan
Kota Malang
30 November 2021 - 11:49 WIB
Daerah | RILISID
...
Perwakilan RW-RT menunjukan bukti tanda tangan pencopotan Lurah Ketawanggede. Foto: Ist

RILISID, Kota Malang — Ketua RW 1-5 dan 32 ketua RT di Kelurahan Ketawanggede, Lowokwaru Kota Malang, meminta Lurah setempat¬†Achmad Sandhi dicopot.

Sang lurah dinilai tidak bisa menjalin kedekatan dengan warga secara baik dan harmonis sejak awal memimpin kelurahan tersebut.

"Bahkan pelayanan kepada warga Ketawanggede sangat tidak memuaskan. Bisa dikatakan sangat menghambat atau kerap menolak permohonan dari warga," ungkap Ketua Forum RW 2 Kelurahan Ketawanggede Firman Qusnul Arif, Senin (29/11/2021) malam.

Lebih jauh, Arif menegaskan, sejak menjabat Lurah Ketawanggede hubungan dengan warga tidak terjalin dengan baik. Ada beberapa hal menurut warga di sini dinilai cukup krusial terkait pelayanannya.

"Salah satunya adalah penolakan penandatanganan program UMKM difasilitasi Diskoperindag terkait peningkatan status lahan milik warga RW 2 menjadi SHM ke BPN Kota Malang melalui PTSL," tegas Arif.

Hal itu dirasakan dan dinilai sangat menghambat keinginan warga. Hingga saat ini warga yang mengajukan surat keterangan waris atau hibah dari kelurahan belum terselesaikan alias mangkrak.

"Warga merasa dirugikan atas kinerja dan pola pelayanan Lurah Ketawanggede tersebut. Contoh lainnya, hilangnya catatan penting sebanyak 13 point hasil Musrenbang di kelurahan ketika dibawa ke kecamatan," tambahnya.

Persoalan lainnya jika dihitung dan dituliskan di media satu halaman penuh. Untuk itu, pihaknya telah melakukan upaya-upaya langkah normatif seperti mediasi selama tiga kali bersama Camat Lowokwaru waktu itu dijabat Camat Imam Badar dan Camat sekarang Joao Mario Gomes De Carvalho.

"Tapi tidak diketemukan solusinya, bahkan kami pun melayangkan surat permohonan pengajuan pergantian Lurah ke Wali Kota Malang melalui surat resmi dengan ditandatangani segenap pejabat RT dan RW Ketawanggede. Juga belum mendapatkan tindakan lebih lanjut," beber Arif.

"Warga melalui pengurus RT dan RW telah sepakat mengeluarkan keluhan dan kekecewaannya. "Kami meminta Lurah Ketawanggede mesti dievalusi (dipindahkan). Selanjutnya diberikan Lurah yang senantiasa peka dan aspiratif terhadap warga. Utamanya pelayanan kepada warga yang tidak menghambat maupun menolaknya," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota (Walkot) Malang Sutiaji berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga tersebut.

"Mohon waktu biar ditangani oleh Baperjakat, karena kewenangannya ada di Baperjakat. Dan surat pengajuan dari warga akan hal itu belum diterima di mejanya," jawab Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (30/11/2021).

Terpisah, Camat Lowokwaru Joao Mario Gomes De Carvalho meminta lurah dan warga Ketawanggede mengeyampingkan ego masing-masing. Sebaliknya, ia menyatukan tekadnya memajukan Ketawanggede lebih maju lagi.

"Saya kira media kapan hari itu sudah terselesaikan dan sudah saling memaafkan. Akan tetapi, sekiranya masih belum terselesaikan, akan saya cek lagi dan memanggil Lurahnya," tukasnya.

Beda apa yang disampaikan Lurah Ketawanggede Achmad Sandhi sejauh ini dalam memberikan pelayanan dan dalam berhubungan dengan warganya baik-baik saja.

Pihaknya juga tidak mengetahuinya perihal adanya keluhan dan kekecewaan dari warga Ketawanggede, sampai memasukkan surat segala ke Pemkot Malang.

"Namun demikian, saya selaku Lurah Ketawanggede hanya bisa pasrah saja apa katanya pimpinan. Ditempatkan di mana pun siap bertugas selaku bawahan, jika pun tetap di sini ya siap melanjutkan tugasnya," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya