Wartawan Ini Diancam Dibunuh Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Proyek Jalan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Wartawan Ini Diancam Dibunuh Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Proyek Jalan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
25 November 2021 - 11:04 WIB
Daerah | RILISID
...
Karangan bunga bentuk dukungan pengusutan ancaman pembunuhan wartawan di Mapolda Lampung. Foto: Ist

RILISID, Bandarlampung — Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung mendadak dipenuhi karangan bunga dari sejumlah media dan LSM dalam beberapa hari terakhir.

Karangan bunga tersebut bentuk dukungan terhadap salah satu wartawan media online bernama Amuri Alpa terkait ancaman pembunuhan.

Wartawan tintainformasi.com itu mendapat intimidasi terkait pemberitaan proyek rehabilitasi jalan ruas Lematang-Bandarlampung sebesar Rp5,6 miliar.

Melalui telepon, seseorang mengancam membunuh Amuri. Intimidasi ini terkait pemberitaan rehabilitasi jalan ruas Lematang-Bandarlampung sebesar Rp5,6 miliar.

Amuri yang juga pemimpin redaksi tintainformasi.com telah melaporkan pengancaman ini kepada Polda Lampung, Rabu (17/11/2021).

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyatakan kemerdekaan pers wajib dilindungi sesuai Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999.

"Namun pers harus membuat pemberitaan yang tepat, cepat, dan akurat," ingat Pandra dikutip dari Rilisid Lampung, Kamis (24/11/2021).

Dia memastikan penyidik Polda Lampung akan menangani kasus ini secara profesional.

Pandra menambahkan institusi Polri juga sudah melakukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman dengan Dewan Pers.

Kerja sama ini tentang koordinasi dalam perlindungan kemerdekaan pers dan penegakkan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.

"Kerja sama ini dibuat karena segala sesuatu menyangkut tugas jurnalistik memang dilindungi oleh undang-undang," kata Pandra. (*)

Laporan: Pandu Satria, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Wartawan Ini Diancam Dibunuh Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Proyek Jalan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
25 November 2021 - 11:04 WIB
Daerah | RILISID
...
Karangan bunga bentuk dukungan pengusutan ancaman pembunuhan wartawan di Mapolda Lampung. Foto: Ist

RILISID, Bandarlampung — Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung mendadak dipenuhi karangan bunga dari sejumlah media dan LSM dalam beberapa hari terakhir.

Karangan bunga tersebut bentuk dukungan terhadap salah satu wartawan media online bernama Amuri Alpa terkait ancaman pembunuhan.

Wartawan tintainformasi.com itu mendapat intimidasi terkait pemberitaan proyek rehabilitasi jalan ruas Lematang-Bandarlampung sebesar Rp5,6 miliar.

Melalui telepon, seseorang mengancam membunuh Amuri. Intimidasi ini terkait pemberitaan rehabilitasi jalan ruas Lematang-Bandarlampung sebesar Rp5,6 miliar.

Amuri yang juga pemimpin redaksi tintainformasi.com telah melaporkan pengancaman ini kepada Polda Lampung, Rabu (17/11/2021).

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyatakan kemerdekaan pers wajib dilindungi sesuai Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999.

"Namun pers harus membuat pemberitaan yang tepat, cepat, dan akurat," ingat Pandra dikutip dari Rilisid Lampung, Kamis (24/11/2021).

Dia memastikan penyidik Polda Lampung akan menangani kasus ini secara profesional.

Pandra menambahkan institusi Polri juga sudah melakukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman dengan Dewan Pers.

Kerja sama ini tentang koordinasi dalam perlindungan kemerdekaan pers dan penegakkan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.

"Kerja sama ini dibuat karena segala sesuatu menyangkut tugas jurnalistik memang dilindungi oleh undang-undang," kata Pandra. (*)

Laporan: Pandu Satria, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya