Hari Kedelapan BSK, Bapenda Kantongi Rp109 Juta dari 3.084 Wajib Pajak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Hari Kedelapan BSK, Bapenda Kantongi Rp109 Juta dari 3.084 Wajib Pajak

...
Iwan Irawan
Kota Malang
2 Desember 2021 - 20:46 WIB
Advertorial | RILISID
...
Warga Kelurahan Kebonsari mengantri perubahan data SPPT sebelum membayar PBB di gerai mobil Bapenda, Kamis (2/12/21). Foto : Iwan

RILISID, Kota Malang — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mendapatkan hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di program Bapenda Sambang Kelurahan (BSK) tahap ketiga di 16 kelurahan senilai Rp 109 juta sekian dari 3084 Wajib Pajak (WP) PBB dan jenis pajak lainnya.

Capaian tersebut diketahuinya pelaksanaan BSK hari kedelapan bertempat di Kelurahan Bakalan Krajan dan Kelurahan Lowokwaru. Itu pun nilainya masih bisa bertambah lagi.

"Mengingat, Selasa (7/12/21) nanti adalah hari kesembilan (terakhir). Digelar di Kelurahan Pisang Candi dan Gadang," jelas Kasubid Pembinaan Keberatan Bidang Pengendalian Pajak Daerah Bapenda Kota Malang yakni Turut Setiaji, Kamis (2/12/2021).


Mewakili Kepala Bapenda Kota Malang Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si, Kasubid Bidang Pengendalian Pajak Daerah Turut Setiaji menandaskan antuasias masyarakat Kota Malang masih besar. Terbukti, di Kelurahan Bakalan Krajan dan Lowokwaru ratusan orang membayar PBB.

"Belum lagi masyarakat yang mengajukan perubahan data seperti nama, alamat maupun luasan tanahnya di Surat Pemberitahuan Pajak Terpiutang (SPPT). Terhitung sudah ada 81 orang mengajukan permohonan perubahan data," tandasnya.


Ia menginformasikan, antuasias masyarakat mengikuti program BSK begitu besar. Dikarenakan, masyarakat merasa terbantukan yakni pembayaran pajaknya lebih dekat serta lebih cepat.

"Kita ketahui alasan itu dari WP yang membayar PBB di lokasi, bahkan ada beberapa WP sampai menunggak pajaknya. Karena jauh tempat bank Jatim sekaligus tidak ada waktu bagi WP," tukasnya.

Lurah Bakalan Krajan M. Johan Fuady sangat mengapresiasi dan berterimakasih sekali kepada Bapenda. Sebab, masyarakatnya betul-betul terbantukan dan dimudahkan dalam membayar pajak PBB maupun pajak lainnya.

"Belum lagi ada souvernir payung bagi WP yang membayar pajaknya. Disamping itu, pendapatan Kota Malang kian bertambah walau tidak banyak, tapi cukup menambahkan nilainya," bebernya.

Terpisah, warga Bakalan Krajan RT 9 RW 1 yakni Kartini dan Pujiati Hartini, warga Perumahan Tirtasani Kebonsari, Sukun mengungkapkan apresiasi terhadap program tersebut.

"Kami terkadang mesti menunggak pembayarannya, karena jauh lokasi bank-nya dan gak ada yang disuruh. Jadi terpaksa dobel bayarnya seperti tahun ini. Tapi dengan program BSK, pihaknya merasa senang dan lebih dekat serta cepat," tutur keduanya di lokasi. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Hari Kedelapan BSK, Bapenda Kantongi Rp109 Juta dari 3.084 Wajib Pajak

...
Iwan Irawan
Kota Malang
2 Desember 2021 - 20:46 WIB
Advertorial | RILISID
...
Warga Kelurahan Kebonsari mengantri perubahan data SPPT sebelum membayar PBB di gerai mobil Bapenda, Kamis (2/12/21). Foto : Iwan

RILISID, Kota Malang — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang mendapatkan hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di program Bapenda Sambang Kelurahan (BSK) tahap ketiga di 16 kelurahan senilai Rp 109 juta sekian dari 3084 Wajib Pajak (WP) PBB dan jenis pajak lainnya.

Capaian tersebut diketahuinya pelaksanaan BSK hari kedelapan bertempat di Kelurahan Bakalan Krajan dan Kelurahan Lowokwaru. Itu pun nilainya masih bisa bertambah lagi.

"Mengingat, Selasa (7/12/21) nanti adalah hari kesembilan (terakhir). Digelar di Kelurahan Pisang Candi dan Gadang," jelas Kasubid Pembinaan Keberatan Bidang Pengendalian Pajak Daerah Bapenda Kota Malang yakni Turut Setiaji, Kamis (2/12/2021).


Mewakili Kepala Bapenda Kota Malang Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si, Kasubid Bidang Pengendalian Pajak Daerah Turut Setiaji menandaskan antuasias masyarakat Kota Malang masih besar. Terbukti, di Kelurahan Bakalan Krajan dan Lowokwaru ratusan orang membayar PBB.

"Belum lagi masyarakat yang mengajukan perubahan data seperti nama, alamat maupun luasan tanahnya di Surat Pemberitahuan Pajak Terpiutang (SPPT). Terhitung sudah ada 81 orang mengajukan permohonan perubahan data," tandasnya.


Ia menginformasikan, antuasias masyarakat mengikuti program BSK begitu besar. Dikarenakan, masyarakat merasa terbantukan yakni pembayaran pajaknya lebih dekat serta lebih cepat.

"Kita ketahui alasan itu dari WP yang membayar PBB di lokasi, bahkan ada beberapa WP sampai menunggak pajaknya. Karena jauh tempat bank Jatim sekaligus tidak ada waktu bagi WP," tukasnya.

Lurah Bakalan Krajan M. Johan Fuady sangat mengapresiasi dan berterimakasih sekali kepada Bapenda. Sebab, masyarakatnya betul-betul terbantukan dan dimudahkan dalam membayar pajak PBB maupun pajak lainnya.

"Belum lagi ada souvernir payung bagi WP yang membayar pajaknya. Disamping itu, pendapatan Kota Malang kian bertambah walau tidak banyak, tapi cukup menambahkan nilainya," bebernya.

Terpisah, warga Bakalan Krajan RT 9 RW 1 yakni Kartini dan Pujiati Hartini, warga Perumahan Tirtasani Kebonsari, Sukun mengungkapkan apresiasi terhadap program tersebut.

"Kami terkadang mesti menunggak pembayarannya, karena jauh lokasi bank-nya dan gak ada yang disuruh. Jadi terpaksa dobel bayarnya seperti tahun ini. Tapi dengan program BSK, pihaknya merasa senang dan lebih dekat serta cepat," tutur keduanya di lokasi. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya