Sederet Program Pemulihan Pariwisata-Ekonomi Kreatif, Mulai BPUP hingga Dana Hibah ke Pemda
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sederet Program Pemulihan Pariwisata-Ekonomi Kreatif, Mulai BPUP hingga Dana Hibah ke Pemda

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 15:17 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggulirkan sederet program untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif disalurkan melalui berbagai program. Di antaranya Bangga Berwisata di Indonesia, Bangga Buatan Indonesia, dan Indonesia Care/I Do Care di sektor perhotelan dan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan juga telah diberikan kepada kegiatan perfilman, bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata (BPUP), hingga dukungan akomodasi hotel untuk para tenaga kesehatan.

"Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini anggarannya juga ditingkatkan menjadi Rp60 miliar. Ini berarti meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun 2020 yang anggarannya Rp24 miliar,” kata Airlangga dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (28/9/2021).

Sasaran penerima BIP, lanjut Airlangga, merupakan tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi, game developer, kriya, fesyen, kuliner, film, dan sektor pariwisata.

Pemerintah juga mengalokasikan sebesar Rp7,67 triliun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Pada 2020, masih kata Airlangga, pemerintah memberikan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dana hibah juga ditingkatkan menjadi Rp3,7 triliun pada tahun ini. Hibah ditujukan untuk membantu pemda serta industri, hotel, dan restoran yang mengalami penurunan pendapatan asli daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi.

"Hibah ini mekanismenya ditransfer ke daerah yang ditujukan kepada pemerintah daerah dan usaha pariwisata di 101 kabupaten/kota berdasarkan berbagai kriteria yang telah ditetapkan,” papar Airlangga.

Kriteria-kriteria yang dimaksud yakni ibu kota dari 34 provinsi yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 5 destinasi superprioritas. Juga daerah yang termasuk 100 calendar of event, destinasi branding.

Juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.

Selain itu, pemerintah juga telah meluncurkan program Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) yang merupakan bagian dari program Indonesia Care/I Do Care.

Program tersebut dirilis demi mempersiapkan kemampuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menerapkan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek kegiatannya.

Program Indonesia Care/I Do Care dijalankan beriringan dengan program lain yang tentunya diharapkan juga ditindaklanjuti dengan kerja sama antarkmenterian untuk penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang berstatus Taman Nasional hingga pembukaan kembali layanan penerbangan internasional.

"Dengan adanya program-program dukungan pemerintah tersebut, industri pariwisata diharapkan bisa meningkatkan standar pelayanannya agar mendapatkan kepercayaan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sederet Program Pemulihan Pariwisata-Ekonomi Kreatif, Mulai BPUP hingga Dana Hibah ke Pemda

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 15:17 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Jakarta — Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggulirkan sederet program untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif disalurkan melalui berbagai program. Di antaranya Bangga Berwisata di Indonesia, Bangga Buatan Indonesia, dan Indonesia Care/I Do Care di sektor perhotelan dan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan juga telah diberikan kepada kegiatan perfilman, bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata (BPUP), hingga dukungan akomodasi hotel untuk para tenaga kesehatan.

"Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini anggarannya juga ditingkatkan menjadi Rp60 miliar. Ini berarti meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun 2020 yang anggarannya Rp24 miliar,” kata Airlangga dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (28/9/2021).

Sasaran penerima BIP, lanjut Airlangga, merupakan tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi, game developer, kriya, fesyen, kuliner, film, dan sektor pariwisata.

Pemerintah juga mengalokasikan sebesar Rp7,67 triliun untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Pada 2020, masih kata Airlangga, pemerintah memberikan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dana hibah juga ditingkatkan menjadi Rp3,7 triliun pada tahun ini. Hibah ditujukan untuk membantu pemda serta industri, hotel, dan restoran yang mengalami penurunan pendapatan asli daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi.

"Hibah ini mekanismenya ditransfer ke daerah yang ditujukan kepada pemerintah daerah dan usaha pariwisata di 101 kabupaten/kota berdasarkan berbagai kriteria yang telah ditetapkan,” papar Airlangga.

Kriteria-kriteria yang dimaksud yakni ibu kota dari 34 provinsi yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 5 destinasi superprioritas. Juga daerah yang termasuk 100 calendar of event, destinasi branding.

Juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.

Selain itu, pemerintah juga telah meluncurkan program Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) yang merupakan bagian dari program Indonesia Care/I Do Care.

Program tersebut dirilis demi mempersiapkan kemampuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menerapkan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek kegiatannya.

Program Indonesia Care/I Do Care dijalankan beriringan dengan program lain yang tentunya diharapkan juga ditindaklanjuti dengan kerja sama antarkmenterian untuk penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang berstatus Taman Nasional hingga pembukaan kembali layanan penerbangan internasional.

"Dengan adanya program-program dukungan pemerintah tersebut, industri pariwisata diharapkan bisa meningkatkan standar pelayanannya agar mendapatkan kepercayaan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya