61 Orang Jadi Tersangka Mafia Tanah, Jatim Paling Banyak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

61 Orang Jadi Tersangka Mafia Tanah, Jatim Paling Banyak

...
RILIS.ID
Jakarta
2 Oktober 2021 - 22:19 WIB
Hukum | RILISID
...
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sebanyak 61 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara mafia tanah. Data tersebut dirilis Satgas Anti Mafia Tanah sejak Januari hingga 31 Agustus 2021.

Total ada 69 kasus pertanahan yang diusut Satgas di Indonesia. Adapun perkara yang paling banyak diusut berada di Jawa Timur (Jatim).

Disusul Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing empat kasus.

"Dari total 69 kasus yang menjadi TO (target operasi)," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, dikutip pada Sabtu (2/10/2021).

Dari 69 perkara itu, 37 perkara sudah masuk penyidikan, penyelidikan (5 perkara), pelimpahan tahap pertama (18), pelimpahan tahap kedua (8), dan satu kasus diproses melalui restorative justice.

Sementara, 11 tersangka telah ditahan. Sebanyak 38 belum dilakukan penahanan, 10 dililmpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), dan dua masuk daftar pencarian orang (DPO). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

61 Orang Jadi Tersangka Mafia Tanah, Jatim Paling Banyak

...
RILIS.ID
Jakarta
2 Oktober 2021 - 22:19 WIB
Hukum | RILISID
...
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Sebanyak 61 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara mafia tanah. Data tersebut dirilis Satgas Anti Mafia Tanah sejak Januari hingga 31 Agustus 2021.

Total ada 69 kasus pertanahan yang diusut Satgas di Indonesia. Adapun perkara yang paling banyak diusut berada di Jawa Timur (Jatim).

Disusul Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing empat kasus.

"Dari total 69 kasus yang menjadi TO (target operasi)," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, dikutip pada Sabtu (2/10/2021).

Dari 69 perkara itu, 37 perkara sudah masuk penyidikan, penyelidikan (5 perkara), pelimpahan tahap pertama (18), pelimpahan tahap kedua (8), dan satu kasus diproses melalui restorative justice.

Sementara, 11 tersangka telah ditahan. Sebanyak 38 belum dilakukan penahanan, 10 dililmpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), dan dua masuk daftar pencarian orang (DPO). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya