Tersangka Penodaan Agama Muhammad Kece Dianiaya di Rutan Bareskrim, Ini Kata Polri
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tersangka Penodaan Agama Muhammad Kece Dianiaya di Rutan Bareskrim, Ini Kata Polri

...
RILIS.ID
Jakarta
17 September 2021 - 23:52 WIB
Hukum | RILISID
...
Muhammad Kece. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Tersangka kasus penodaan agama Muhammad Kosman atau dikenal Muhammad Kece dianiaya oleh tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

“Ya betul. Dia salah satu tahanan di Bareskrim Polri, dan yang melakukan penganiayaan diduga sesama penghuni atau tahanan dari Bareskrim Polri juga,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Pihaknya bakal menggelar gelar perkara untuk menentukan tersangka penganiaya tahanan kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama Muhammad Kece.

Menurut Rusdi, gelar perkara itu akan dilakukan setelah penyidik rampung mengumpulkan barang bukti terkait dengan peristiwa itu.

“Dari alat bukti itu akan dilakukan gelar perkara dan akan menentukan tersangka dalam kasus ini. Yang pasti adalah kasus ini telah ditangani oleh kepolisian dan tentunya akan dituntaskan sesuai aturan perundangan yang berlaku,” katanya.

Muhammad Kece telah melaporkan kasus penganiayaan bernomor 0510/VIII/2021/Bareskrim pada 26 Agustus 2021.

Diketahui, Muhammad Kece ditangkap pada Selasa 24 Agustus, malam sekira pukul 19.30 WITA. Ia diciduk di Banjar Untal-Untal, Kuta Utara, Bali.

Muhammad Kece dijerat dengan pasal sangkaan berlapis terkait dengan pernyataannya yang dinilai telah melukai hati umat beragana. Dalam hal ini, ia terancam hukuman penjara hingga enam tahun.

Penyidik menjerat pasal dugaan persangkaan ujaran kebencian berdasarkan SARA menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga penistaan agama.

Dalam hal ini, Muhammad Kece dipersangkakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, hingga menimbulkan berbagai kecaman.

Muhammad Kece dinilai telah menistakan agama Islam. Salah satu yang ia selewengkan adalah ucapan salam.

Muhammad Kece mengubah kata ‘Muhammad’ menjadi ‘Yesus’. Hal itu sampai membuat umat Muslim marah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecamnya.

“Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu,” ucap Muhammad Kece dalam video unggahannya.

Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama nabi Muhammad SAW.

Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khutbah. Namun beberapa kalimatnya diselewengkan.

“Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” tutur Muhammad Kece sebelum memulai pidatonya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tersangka Penodaan Agama Muhammad Kece Dianiaya di Rutan Bareskrim, Ini Kata Polri

...
RILIS.ID
Jakarta
17 September 2021 - 23:52 WIB
Hukum | RILISID
...
Muhammad Kece. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Tersangka kasus penodaan agama Muhammad Kosman atau dikenal Muhammad Kece dianiaya oleh tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

“Ya betul. Dia salah satu tahanan di Bareskrim Polri, dan yang melakukan penganiayaan diduga sesama penghuni atau tahanan dari Bareskrim Polri juga,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

Pihaknya bakal menggelar gelar perkara untuk menentukan tersangka penganiaya tahanan kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama Muhammad Kece.

Menurut Rusdi, gelar perkara itu akan dilakukan setelah penyidik rampung mengumpulkan barang bukti terkait dengan peristiwa itu.

“Dari alat bukti itu akan dilakukan gelar perkara dan akan menentukan tersangka dalam kasus ini. Yang pasti adalah kasus ini telah ditangani oleh kepolisian dan tentunya akan dituntaskan sesuai aturan perundangan yang berlaku,” katanya.

Muhammad Kece telah melaporkan kasus penganiayaan bernomor 0510/VIII/2021/Bareskrim pada 26 Agustus 2021.

Diketahui, Muhammad Kece ditangkap pada Selasa 24 Agustus, malam sekira pukul 19.30 WITA. Ia diciduk di Banjar Untal-Untal, Kuta Utara, Bali.

Muhammad Kece dijerat dengan pasal sangkaan berlapis terkait dengan pernyataannya yang dinilai telah melukai hati umat beragana. Dalam hal ini, ia terancam hukuman penjara hingga enam tahun.

Penyidik menjerat pasal dugaan persangkaan ujaran kebencian berdasarkan SARA menurut Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga penistaan agama.

Dalam hal ini, Muhammad Kece dipersangkakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2) UU ITE atau Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, hingga menimbulkan berbagai kecaman.

Muhammad Kece dinilai telah menistakan agama Islam. Salah satu yang ia selewengkan adalah ucapan salam.

Muhammad Kece mengubah kata ‘Muhammad’ menjadi ‘Yesus’. Hal itu sampai membuat umat Muslim marah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecamnya.

“Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu,” ucap Muhammad Kece dalam video unggahannya.

Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama nabi Muhammad SAW.

Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khutbah. Namun beberapa kalimatnya diselewengkan.

“Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” tutur Muhammad Kece sebelum memulai pidatonya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya