173.329 Guru Honorer Lulus Tahap I Seleksi CPPPK, Cek Nama Anda di Link Ini
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

173.329 Guru Honorer Lulus Tahap I Seleksi CPPPK, Cek Nama Anda di Link Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
11 Oktober 2021 - 14:49 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung

RILISID, Jakarta — Pemerintah telah mengumumkan hasil ujian tahap pertama seleksi penerimaan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi 2021.

Hasilnya, sebanyak 173.329 guru honorer dinyatakan lulus ujian tahap pertama. Pengumuman itu disampaikan Kemendikbudristek bersama BKN, Kemenpan-RB, dan Kemendagri pada Jumat (08/10/2021).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyampaikan seleksi untuk guru sebagai PPPK merupakan bukti komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri.

"Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), status kepegawaian ini akan memberikan perlindungan kepada guru honorer dan lebih mengangkat derajat guru sebagai profesi mulia dan terhormat,” ujarnya dikutip dari laman resmi setkab.go.id, Senin (11/10/2021).

Selain itu, guru honorer berstatus ASN PPPK juga lebih berkesempatan untuk mengikuti program peningkatan kompetensi.

"Dengan status sebagai ASN PPPK, guru honorer yang diangkat juga akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengikuti program peningkatan kompetensi sehingga akan berimbas pada peningkatan kualitas pengajaran yang diterima oleh pelajar-pelajar Indonesia,” imbuhnya.

Nadiem mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah menyediakan 1.002.616 formasi untuk guru ASN PPPK. Dari kuota itu, pemerintah daerah kemudian mengajukan sekitar 506.252 formasi yang disepakati dengan pemerintah pusat.

"Jumlah sekitar 500 ribu formasi guru ASN PPPK ini bisa dikatakan rekor tertinggi sejak beberapa tahun terakhir, sehingga hal ini perlu kita syukuri dan rayakan bersama,” ungkapnya.

Kabar gembira lain yang disampaikan pemerintah adalah adanya kebijakan afirmasi dan kebijakan penyesuaian nilai ambang batas sebagai dukungan afirmasi kepada peserta seleksi guru PPPK.

Kebijakan afirmasi yaitu tambahan nilai dari nilai maksimal kompetensi teknis, seperti untuk sertifikat pendidik mendapatkan tambahan afirmasi 100 persen, untuk usia di atas 35 tahun mendapatkan tambahan 15 persen, untuk penyandang disabilitas mendapatkan tambahan 10 persen, dan untuk guru honorer THK-II mendapatkan tambahan 10 persen.

Kemudian kebijakan penyesuaian nilai ambang batas yaitu untuk kategori usia peserta seleksi di atas 50 tahun mendapatkan 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara.

Selanjutnya, untuk kategori seluruh peserta seleksi yang berusia di bawah 50 tahun mendapatkan 10 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara.

Dengan kebijakan itu, pemerintah mengumumkan bahwa hasil ujian seleksi pertama guru ASN PPPK tahun 2021 adalah 173.329 peserta dinyatakan lulus formasi atau sebanyak 53,7 persen formasi guru terisi dari 322.663 formasi yang mendapatkan pelamar pada ujian seleksi tahap pertama.

"Mewakili Kemendikbudristek kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk para guru honorer yang dinyatakan lulus ujian seleksi pertama dan mendapatkan formasi. Ini merupakan gerbang baru bagi pengabdian Bapak dan Ibu untuk lebih optimistis bergerak bersama dalam mewujudkan SDM unggul Indonesia melalui Merdeka Belajar,” paparnya.

Bagi yang belum lolos seleksi, masih kata Nadiem, masih terdapat kesempatan kedua dan ketiga.

"Kepada para peserta yang belum lulus, jangan berkecil hati. Tetap semangat karena ujian seleksi kesempatan kedua dan ketiga masih sangat terbuka. Fokuskan energi dan konsentrasi untuk berusaha lebih baik lagi,” tandasnya.

Bagi Anda yang ingin mengecek, silakan klik link ini: http://gurupppk.kemdikbud.go.id/hasil_tahap_1/#(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

173.329 Guru Honorer Lulus Tahap I Seleksi CPPPK, Cek Nama Anda di Link Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
11 Oktober 2021 - 14:49 WIB
Nasional | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid Lampung

RILISID, Jakarta — Pemerintah telah mengumumkan hasil ujian tahap pertama seleksi penerimaan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi 2021.

Hasilnya, sebanyak 173.329 guru honorer dinyatakan lulus ujian tahap pertama. Pengumuman itu disampaikan Kemendikbudristek bersama BKN, Kemenpan-RB, dan Kemendagri pada Jumat (08/10/2021).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyampaikan seleksi untuk guru sebagai PPPK merupakan bukti komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri.

"Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), status kepegawaian ini akan memberikan perlindungan kepada guru honorer dan lebih mengangkat derajat guru sebagai profesi mulia dan terhormat,” ujarnya dikutip dari laman resmi setkab.go.id, Senin (11/10/2021).

Selain itu, guru honorer berstatus ASN PPPK juga lebih berkesempatan untuk mengikuti program peningkatan kompetensi.

"Dengan status sebagai ASN PPPK, guru honorer yang diangkat juga akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengikuti program peningkatan kompetensi sehingga akan berimbas pada peningkatan kualitas pengajaran yang diterima oleh pelajar-pelajar Indonesia,” imbuhnya.

Nadiem mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah menyediakan 1.002.616 formasi untuk guru ASN PPPK. Dari kuota itu, pemerintah daerah kemudian mengajukan sekitar 506.252 formasi yang disepakati dengan pemerintah pusat.

"Jumlah sekitar 500 ribu formasi guru ASN PPPK ini bisa dikatakan rekor tertinggi sejak beberapa tahun terakhir, sehingga hal ini perlu kita syukuri dan rayakan bersama,” ungkapnya.

Kabar gembira lain yang disampaikan pemerintah adalah adanya kebijakan afirmasi dan kebijakan penyesuaian nilai ambang batas sebagai dukungan afirmasi kepada peserta seleksi guru PPPK.

Kebijakan afirmasi yaitu tambahan nilai dari nilai maksimal kompetensi teknis, seperti untuk sertifikat pendidik mendapatkan tambahan afirmasi 100 persen, untuk usia di atas 35 tahun mendapatkan tambahan 15 persen, untuk penyandang disabilitas mendapatkan tambahan 10 persen, dan untuk guru honorer THK-II mendapatkan tambahan 10 persen.

Kemudian kebijakan penyesuaian nilai ambang batas yaitu untuk kategori usia peserta seleksi di atas 50 tahun mendapatkan 100 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara.

Selanjutnya, untuk kategori seluruh peserta seleksi yang berusia di bawah 50 tahun mendapatkan 10 persen dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10 persen dari nilai maksimal manajerial-sosiokultural dan wawancara.

Dengan kebijakan itu, pemerintah mengumumkan bahwa hasil ujian seleksi pertama guru ASN PPPK tahun 2021 adalah 173.329 peserta dinyatakan lulus formasi atau sebanyak 53,7 persen formasi guru terisi dari 322.663 formasi yang mendapatkan pelamar pada ujian seleksi tahap pertama.

"Mewakili Kemendikbudristek kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk para guru honorer yang dinyatakan lulus ujian seleksi pertama dan mendapatkan formasi. Ini merupakan gerbang baru bagi pengabdian Bapak dan Ibu untuk lebih optimistis bergerak bersama dalam mewujudkan SDM unggul Indonesia melalui Merdeka Belajar,” paparnya.

Bagi yang belum lolos seleksi, masih kata Nadiem, masih terdapat kesempatan kedua dan ketiga.

"Kepada para peserta yang belum lulus, jangan berkecil hati. Tetap semangat karena ujian seleksi kesempatan kedua dan ketiga masih sangat terbuka. Fokuskan energi dan konsentrasi untuk berusaha lebih baik lagi,” tandasnya.

Bagi Anda yang ingin mengecek, silakan klik link ini: http://gurupppk.kemdikbud.go.id/hasil_tahap_1/#(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya