Kasus Omicron Tembus 500 Lebih, Kemenkes Aktifkan Telemedicine
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kasus Omicron Tembus 500 Lebih, Kemenkes Aktifkan Telemedicine

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Januari 2022 - 10:12 WIB
Nasional | RILISID
...
Jubir Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi (kiri). Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemerintah terus mencatat penambahan konfirmasi Omicron di Indonesia. Per Senin (10/1/2022), terdapat penambahan 92 kasus sehingga totalnya menjadi 506.

Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penambahan kasus Omicron didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Di mana 84 kasus merupakan transmisi lokal.

Selain kasus konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan hingga mencapai 1.384 orang.

“Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian dimana dari se jumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat," kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dikutip dari laman resmi Kemenkes, Rabu (12/1/2022).

Dia mengungkapkan masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.

“Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi” ungkap dr Nadia.

Namun, dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.

Untuk itu, lanjut dr Nadia, pihaknya akan menggencarkan telemedicine yang didedikasikan bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah.

“Kami bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin” ucap dr Nadia.

Selain itu dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Dari sisi tracing, tambah dr Nadia, akan dilakukan penemuan kasus aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus positif.

Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan WGS pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000 WGS setiap bulan nya.

Diketahui, pemerintah juga telah memulai vaksinasi booster Covid-19 (suntikan dosis ketiga) bagi kelompok usia 18 tahun ke atas terhitung hari ini. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kasus Omicron Tembus 500 Lebih, Kemenkes Aktifkan Telemedicine

...
RILIS.ID
Jakarta
12 Januari 2022 - 10:12 WIB
Nasional | RILISID
...
Jubir Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi (kiri). Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pemerintah terus mencatat penambahan konfirmasi Omicron di Indonesia. Per Senin (10/1/2022), terdapat penambahan 92 kasus sehingga totalnya menjadi 506.

Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penambahan kasus Omicron didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Di mana 84 kasus merupakan transmisi lokal.

Selain kasus konfirmasi, angka probable Omicron juga terus mengalami peningkatan hingga mencapai 1.384 orang.

“Kalau kita perhatikan, juga terlihat peningkatan yang signifikan dari angka kasus harian dimana dari se jumlah 454 menjadi 802, naik hampir dua kali lipat," kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dikutip dari laman resmi Kemenkes, Rabu (12/1/2022).

Dia mengungkapkan masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron, mengingat karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.

“Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi” ungkap dr Nadia.

Namun, dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.

Untuk itu, lanjut dr Nadia, pihaknya akan menggencarkan telemedicine yang didedikasikan bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah.

“Kami bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin” ucap dr Nadia.

Selain itu dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Dari sisi tracing, tambah dr Nadia, akan dilakukan penemuan kasus aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus positif.

Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan WGS pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000 WGS setiap bulan nya.

Diketahui, pemerintah juga telah memulai vaksinasi booster Covid-19 (suntikan dosis ketiga) bagi kelompok usia 18 tahun ke atas terhitung hari ini. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya