Kecewa dengan Ketua NasDem, Wakil Ketua dan Beberapa Pengurus Pilih Mundur
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kecewa dengan Ketua NasDem, Wakil Ketua dan Beberapa Pengurus Pilih Mundur

...
RILIS.ID
Aceh
27 November 2021 - 14:42 WIB
Politika | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Aceh — Kepengurusan Parta NasDem Aceh mulai mengalami keretakan. Padahal, Teuku Taufiqulhadi baru 28 hari menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh.

Sejumlah pengurus harian dan beberapa pengurus lainnya menyatakan mundur lantaran kecewa terhadap kepemimpinan Teuku Taufiqulhadi.

Salah satunya adalah Wakil Ketua Bidang Pertanian, Peternakan dan Kemandirian Desa DPW Partai NasDem Aceh Wahyu Saputra.

Wahyu mengaku bahwa dirinya sangat kecewa berat terhadap Ketua DPW NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi.

Ia menilai Teuku Taufiqulhadi tidak konsisten dalam mengambil keputusan dan tak ada komitmen dalam berpartai.

Menurutnya, dalam mengambil tindakan, Teuku Taufiqulhadi tidak berdasarkan keputusan yang sudah ditetapkan dalam rapat wilayah.

“Misalnya dalam hasil rapat DPW yang diputuskan A, setelah rapat menjadi B, begitulah tidak punya komitmen,” ucap Wahyu dalam keterangannya, dikuti Sabtu (27/11/2021).

Rasa kekecewaannya semakin memuncak ketika Teuku Taufiqulhadi meminta pihaknya untuk menyusun struktur kepengurusan di Kabupaten Pidie.

Setelah kepangurusan sudah siap untuk di SK-kan, akan tetapi Teuku Taufiqulhadi malah menunjuk orang lain yang tidak masuk dalam struktur.

“Main tunjuk pengurus DPD kabupaten/kota sesuka hatinya, secara manusiawi saya malu dengan orang yang telah saya ajak bergabung,” ungkap Wahyu.

Padahal sebelumnya, dalam rapat pengurus DPW sudah sepakat untuk mempertahankan ketua lama yaitu Jamaluddin.

Namun, Teuku Taufiqulhadi tiba-tiba menunjuk Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud sebagai ketua DPD yang baru. Ia pun mematahkan sendiri hasil rapat DPW.

“Di Aceh Utara lebih parah lagi. Dia minta salah seorang anggota DPRK, namanya Iskandar untuk menyusun kepengurusan. Tiba-tiba dia tunjuk orang lain jadi ketua, namanya Zubir HT. Tanpa rapat DPW NasDem,” beber Wahyu lagi.

Wahyu mengaku memilih mundur dari partai karena sudah tidak sejalan dengan gaya kepemimpinan ketua partai yang dinilai sangat otoriter.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Aceh Besar Marwan Muhammad.

Menurutnya, jika melihat kondisi partai sekarang yang sering gonta-ganti kepengurusan, ia memilih untuk mengundurkan dari calon ketua.

Marwan mengaku telah menandatangani pakta integritas partai, karena bagi daerah yang masuk dalam daftar perombakan kepengurusan disampaikan secara lisan kepada calon Ketua DPD untuk segera membentuk struktur kepengurusan masing-masing, tetapi itu juga telah dibatalkan seraya pengunduran dirinya.

“Kalau sering gonta-ganti kepengurusan, saya memilih mundur beserta usulan saya, tujuannya supaya calon pengurus baru ini dapat menyusun sesuai dengan orang-orang yang bisa diajak bekerja, ini demi kebaikan partai juga,” ujarnya.

Sementara itu, calon Sekretaris DPD Partai NasDem Aceh Besar Basyaruddin yang termasuk dalam struktur kepengurusan calon Marwan Muhammad tadi juga menyatakan mengundurkan diri.

“Melihat dinamika politik yang terjadi di internal partai, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota NasDem, dunia dan akhirat, bukan hanya saya saja, kami semua calon pengurus yang diusulkan sampai ke tingkat kecamatan yang telah menandatangani fakta integritas mengundurkan diri secara berjamaah,” katanya.

Mantan kombatan GAM ini juga menyayangkan sikap partai yang memberhentikan Nahrawi sebagai Sekjen Partai, padahal baru dua bulan lebih menjabat.

“Ini merupakan sikap yang tidak beradab, menurunkan sahabat di tengah jalan,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kecewa dengan Ketua NasDem, Wakil Ketua dan Beberapa Pengurus Pilih Mundur

...
RILIS.ID
Aceh
27 November 2021 - 14:42 WIB
Politika | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid

RILISID, Aceh — Kepengurusan Parta NasDem Aceh mulai mengalami keretakan. Padahal, Teuku Taufiqulhadi baru 28 hari menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh.

Sejumlah pengurus harian dan beberapa pengurus lainnya menyatakan mundur lantaran kecewa terhadap kepemimpinan Teuku Taufiqulhadi.

Salah satunya adalah Wakil Ketua Bidang Pertanian, Peternakan dan Kemandirian Desa DPW Partai NasDem Aceh Wahyu Saputra.

Wahyu mengaku bahwa dirinya sangat kecewa berat terhadap Ketua DPW NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi.

Ia menilai Teuku Taufiqulhadi tidak konsisten dalam mengambil keputusan dan tak ada komitmen dalam berpartai.

Menurutnya, dalam mengambil tindakan, Teuku Taufiqulhadi tidak berdasarkan keputusan yang sudah ditetapkan dalam rapat wilayah.

“Misalnya dalam hasil rapat DPW yang diputuskan A, setelah rapat menjadi B, begitulah tidak punya komitmen,” ucap Wahyu dalam keterangannya, dikuti Sabtu (27/11/2021).

Rasa kekecewaannya semakin memuncak ketika Teuku Taufiqulhadi meminta pihaknya untuk menyusun struktur kepengurusan di Kabupaten Pidie.

Setelah kepangurusan sudah siap untuk di SK-kan, akan tetapi Teuku Taufiqulhadi malah menunjuk orang lain yang tidak masuk dalam struktur.

“Main tunjuk pengurus DPD kabupaten/kota sesuka hatinya, secara manusiawi saya malu dengan orang yang telah saya ajak bergabung,” ungkap Wahyu.

Padahal sebelumnya, dalam rapat pengurus DPW sudah sepakat untuk mempertahankan ketua lama yaitu Jamaluddin.

Namun, Teuku Taufiqulhadi tiba-tiba menunjuk Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud sebagai ketua DPD yang baru. Ia pun mematahkan sendiri hasil rapat DPW.

“Di Aceh Utara lebih parah lagi. Dia minta salah seorang anggota DPRK, namanya Iskandar untuk menyusun kepengurusan. Tiba-tiba dia tunjuk orang lain jadi ketua, namanya Zubir HT. Tanpa rapat DPW NasDem,” beber Wahyu lagi.

Wahyu mengaku memilih mundur dari partai karena sudah tidak sejalan dengan gaya kepemimpinan ketua partai yang dinilai sangat otoriter.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Aceh Besar Marwan Muhammad.

Menurutnya, jika melihat kondisi partai sekarang yang sering gonta-ganti kepengurusan, ia memilih untuk mengundurkan dari calon ketua.

Marwan mengaku telah menandatangani pakta integritas partai, karena bagi daerah yang masuk dalam daftar perombakan kepengurusan disampaikan secara lisan kepada calon Ketua DPD untuk segera membentuk struktur kepengurusan masing-masing, tetapi itu juga telah dibatalkan seraya pengunduran dirinya.

“Kalau sering gonta-ganti kepengurusan, saya memilih mundur beserta usulan saya, tujuannya supaya calon pengurus baru ini dapat menyusun sesuai dengan orang-orang yang bisa diajak bekerja, ini demi kebaikan partai juga,” ujarnya.

Sementara itu, calon Sekretaris DPD Partai NasDem Aceh Besar Basyaruddin yang termasuk dalam struktur kepengurusan calon Marwan Muhammad tadi juga menyatakan mengundurkan diri.

“Melihat dinamika politik yang terjadi di internal partai, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota NasDem, dunia dan akhirat, bukan hanya saya saja, kami semua calon pengurus yang diusulkan sampai ke tingkat kecamatan yang telah menandatangani fakta integritas mengundurkan diri secara berjamaah,” katanya.

Mantan kombatan GAM ini juga menyayangkan sikap partai yang memberhentikan Nahrawi sebagai Sekjen Partai, padahal baru dua bulan lebih menjabat.

“Ini merupakan sikap yang tidak beradab, menurunkan sahabat di tengah jalan,” ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya