Atlet Binaraga Jatim Kembalikan Medali karena Dicurangi, LaNyalla: Sangat Disesalkan Terjadi Kecurangan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Atlet Binaraga Jatim Kembalikan Medali karena Dicurangi, LaNyalla: Sangat Disesalkan Terjadi Kecurangan

...
RILIS.ID
Surabaya
10 Oktober 2021 - 21:44 WIB
Olahraga | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menerima aduan atlet binaraga Jatim. Foto: Ist

RILISID, Surabaya — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan perlakuan tidak sportif terhadap atlet binaraga Jawa Timur (Jatim) di PON XX Papua.

LaNyalla pun meminta persoalan itu terus disuarakan ke induk organisasi tertinggi dalam hal ini KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai pembina olahraga nasional.

"Sangat disesalkan terjadi kecurangan di even besar sekelas PON. Harusnya semua menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, fair play dan mengutamakan persatuan dan kesatuan. Sangat memprihatinkan menurut saya kalau sportifitas sudah dikesampingkan," ujar Ketua Dewan Penyantun KONI Jatim itu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/10/2021).

Senator asal Jatim itu juga meminta induk olahraga binaraga yang menaungi yakni PBFI (Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia) untuk bertanggung jawab terkait permasalahan tersebut.

"Harus diselesaikan persoalan ini agar tak muncul preseden buruk seolah-olah prestasi bisa diatur atau dipermainkan oleh oknum-oknum," tegas senator asal Jatim tersebut.

Pelatih kepala binaraga Jatim Raja Siahaan mengklaim banyak kecurangan dalam pertandingan final yang berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih. Ia mengaku sudah melakukan protes keras, namun tak digubris oleh Dewan Juri.

"Keputusan Dewa Juri pada pertandingan itu benar-benar merugikan tim Jatim. Misalnya, atlet kami (Misnadi) yang sebenarnya sudah mendapat medali di kelas 70 kg, tapi saat akan naik panggung untuk menerima medali, tahu-tahu namanya tidak dipanggil," ujarnya.

Selain Misnadi, lanjut Raja, kecurangan juga menimpa Komara di kelas 80 kg. Menurutnya, peraih medali emas empat kali di ajang PON itu gagal mempersembahkan medali emas pada PON tahun ini karena dikalahkan keputusan Dewan Juri.

"Saat itu sempat ricuh di arena pertandingan. Kami pertanyakan keputusan dewan juri, kami minta data penilaian dibuka agar transparan. Tapi dewan juri tidak bisa memberikan jawaban dan malah mengadu ke petugas keamanan," tuturnya.

Karena kesal, masih kata Raja, tim binaraga Jatim mengembalikan dua medali perunggu yang didapat di kelas 65 kg atas nama Kariyono dan 80 kg atas nama Komara Ditayana.

"Di level PON saja panitia berani berbuat curang seperti itu, apalagi di level ke bawah. Mungkin kami akan melakukan mosi tidak percaya ke PP PBFI," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Atlet Binaraga Jatim Kembalikan Medali karena Dicurangi, LaNyalla: Sangat Disesalkan Terjadi Kecurangan

...
RILIS.ID
Surabaya
10 Oktober 2021 - 21:44 WIB
Olahraga | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menerima aduan atlet binaraga Jatim. Foto: Ist

RILISID, Surabaya — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan perlakuan tidak sportif terhadap atlet binaraga Jawa Timur (Jatim) di PON XX Papua.

LaNyalla pun meminta persoalan itu terus disuarakan ke induk organisasi tertinggi dalam hal ini KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai pembina olahraga nasional.

"Sangat disesalkan terjadi kecurangan di even besar sekelas PON. Harusnya semua menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, fair play dan mengutamakan persatuan dan kesatuan. Sangat memprihatinkan menurut saya kalau sportifitas sudah dikesampingkan," ujar Ketua Dewan Penyantun KONI Jatim itu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/10/2021).

Senator asal Jatim itu juga meminta induk olahraga binaraga yang menaungi yakni PBFI (Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia) untuk bertanggung jawab terkait permasalahan tersebut.

"Harus diselesaikan persoalan ini agar tak muncul preseden buruk seolah-olah prestasi bisa diatur atau dipermainkan oleh oknum-oknum," tegas senator asal Jatim tersebut.

Pelatih kepala binaraga Jatim Raja Siahaan mengklaim banyak kecurangan dalam pertandingan final yang berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih. Ia mengaku sudah melakukan protes keras, namun tak digubris oleh Dewan Juri.

"Keputusan Dewa Juri pada pertandingan itu benar-benar merugikan tim Jatim. Misalnya, atlet kami (Misnadi) yang sebenarnya sudah mendapat medali di kelas 70 kg, tapi saat akan naik panggung untuk menerima medali, tahu-tahu namanya tidak dipanggil," ujarnya.

Selain Misnadi, lanjut Raja, kecurangan juga menimpa Komara di kelas 80 kg. Menurutnya, peraih medali emas empat kali di ajang PON itu gagal mempersembahkan medali emas pada PON tahun ini karena dikalahkan keputusan Dewan Juri.

"Saat itu sempat ricuh di arena pertandingan. Kami pertanyakan keputusan dewan juri, kami minta data penilaian dibuka agar transparan. Tapi dewan juri tidak bisa memberikan jawaban dan malah mengadu ke petugas keamanan," tuturnya.

Karena kesal, masih kata Raja, tim binaraga Jatim mengembalikan dua medali perunggu yang didapat di kelas 65 kg atas nama Kariyono dan 80 kg atas nama Komara Ditayana.

"Di level PON saja panitia berani berbuat curang seperti itu, apalagi di level ke bawah. Mungkin kami akan melakukan mosi tidak percaya ke PP PBFI," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya