Ferdinand Ngaku Sakit saat Ngetweet, Nicho Silalahi: Kalau Buat Alibi yang Konsisten Biar Ga Jadi bulan-bulanan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ferdinand Ngaku Sakit saat Ngetweet, Nicho Silalahi: Kalau Buat Alibi yang Konsisten Biar Ga Jadi bulan-bulanan

...
RILIS.ID
Jakarta
10 Januari 2022 - 19:01 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pegiat media sosial Nicho Silalahi. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Pegiat media sosial Nicho Silalahi mengomentari alasan Ferdinand Hutahaean yang mengaku sakit saat berkicau tentang Allah di Twitternya beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Ferdinand saat menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran kebencian atau SARA yang dilaporkan KNPI di Bareskrim Polri, Senin (10/1/2022).

Nicho menilai eks politisi Partai Demokrat tersebut tidak konsisten dalam membuat alibi sehingga menjadi bulan-bulanan.

"Sibengak ini ngaku sakit saat mencuit, tapi waktu mencuit ini sehatkan dia? Oalah bengak kalau buat alibi yang konsisten biar ga jadi bulan-bulanan dipereteli ketololanmu," tulis Nicho di Twitternya, Senin.

Ia juga menaikkan hastag #TahanFerdinandHutahaean di akun Twitter pribadinya.

"#TahanFerdinandHutahaean #TahanFerdinandHutahaean," kicaunya.

Sebelumnya, kicauan Ferdinand diduga mengandung unsur SARA dan berpotensi menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Ferdinand diduga melanggar ketentuan Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo. Pasal 14 ayat (1) dan ayat 2 KUHP.

Nama Ferdinand juga menjadi perbincangan usai mengunggah kalimat kontroversi yang diduga sebagai penistaan agama melalui akun Twitternya @FerdinandHaean3, pada 4 Januari 2022.

Usai unggahan itu, tagar #TangkapFerdinand pun trending di media sosial Twitter. Banyak yang mengecam cuitan Ferdinand Hutahaean atas dugaan penistaan agama.

Cuitan Ferdinan tersebut menimbulkan respons warganet hingga memunculkan tanda pagar (tagar) #tangkapFerdinand yang trending di Twitter.

Ferdinand berkicau; "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA-lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

Cuitan Ferdinand itu kini telah dihapus dari Twitternya. Hal itu diakui sendiri oleh Ferdinand.

"Saya hapus biar ngga brisik org sprt lu..!! Ngga diapa2in tp merasa diapa2in wkwkwk," ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Ferdinand juga mengakui telah menjadi sasaran amukan karena cuitan tersebut. Ia pun memohon maaf bila membuat tersinggung karena cuitannya ditujukan untuk menyemangati dirinya sendiri.

"Knp org2 ini ngamuk ke saya? Cuitan sy bkn utk kalian tapi utk sy sendiri. Menguatkan diri saya sendiri. Motivasi untuk diri sendiri. Cuitan sy agar menyemangati hati saya sendiri bahwa saya punya Tuhan yang Maha segalanya. Knp kalian ngamuk? Mohon maaf bila kalian tersinggung," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ferdinand Ngaku Sakit saat Ngetweet, Nicho Silalahi: Kalau Buat Alibi yang Konsisten Biar Ga Jadi bulan-bulanan

...
RILIS.ID
Jakarta
10 Januari 2022 - 19:01 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pegiat media sosial Nicho Silalahi. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Pegiat media sosial Nicho Silalahi mengomentari alasan Ferdinand Hutahaean yang mengaku sakit saat berkicau tentang Allah di Twitternya beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Ferdinand saat menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran kebencian atau SARA yang dilaporkan KNPI di Bareskrim Polri, Senin (10/1/2022).

Nicho menilai eks politisi Partai Demokrat tersebut tidak konsisten dalam membuat alibi sehingga menjadi bulan-bulanan.

"Sibengak ini ngaku sakit saat mencuit, tapi waktu mencuit ini sehatkan dia? Oalah bengak kalau buat alibi yang konsisten biar ga jadi bulan-bulanan dipereteli ketololanmu," tulis Nicho di Twitternya, Senin.

Ia juga menaikkan hastag #TahanFerdinandHutahaean di akun Twitter pribadinya.

"#TahanFerdinandHutahaean #TahanFerdinandHutahaean," kicaunya.

Sebelumnya, kicauan Ferdinand diduga mengandung unsur SARA dan berpotensi menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Ferdinand diduga melanggar ketentuan Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo. Pasal 14 ayat (1) dan ayat 2 KUHP.

Nama Ferdinand juga menjadi perbincangan usai mengunggah kalimat kontroversi yang diduga sebagai penistaan agama melalui akun Twitternya @FerdinandHaean3, pada 4 Januari 2022.

Usai unggahan itu, tagar #TangkapFerdinand pun trending di media sosial Twitter. Banyak yang mengecam cuitan Ferdinand Hutahaean atas dugaan penistaan agama.

Cuitan Ferdinan tersebut menimbulkan respons warganet hingga memunculkan tanda pagar (tagar) #tangkapFerdinand yang trending di Twitter.

Ferdinand berkicau; "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA-lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

Cuitan Ferdinand itu kini telah dihapus dari Twitternya. Hal itu diakui sendiri oleh Ferdinand.

"Saya hapus biar ngga brisik org sprt lu..!! Ngga diapa2in tp merasa diapa2in wkwkwk," ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Ferdinand juga mengakui telah menjadi sasaran amukan karena cuitan tersebut. Ia pun memohon maaf bila membuat tersinggung karena cuitannya ditujukan untuk menyemangati dirinya sendiri.

"Knp org2 ini ngamuk ke saya? Cuitan sy bkn utk kalian tapi utk sy sendiri. Menguatkan diri saya sendiri. Motivasi untuk diri sendiri. Cuitan sy agar menyemangati hati saya sendiri bahwa saya punya Tuhan yang Maha segalanya. Knp kalian ngamuk? Mohon maaf bila kalian tersinggung," ujarnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya