Netizen Heboh Mardani Dorong Pemilih PKS Pilih Ganjar: Kecewa Sama Anies Lu?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Netizen Heboh Mardani Dorong Pemilih PKS Pilih Ganjar: Kecewa Sama Anies Lu?

...
RILIS.ID
Jakarta
28 Oktober 2021 - 15:18 WIB
Pilpres | RILISID
...
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ramai diperbincangkan setelah politisi PKS mendorong pemilih partainya untuk memilih Ganjar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pernyataan Mardani itu sontak memantik reaksi netizen hingga Ganjar menjadi trending topik di media sosial Twitter sejak Kamis (28/10/2021) pagi.

Sejumlah netizen mengaitkan dukungan Mardani itu lantaran kecewa dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kuciwa sama Anies lu, ser..? Ayo ngaku..! Eh, tapi haram ga ya PKS milih ganjar? 😁😁😁😁," ujar salah seorang netizen.

"Udah bosen jadi oposisi kalee..πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€," kata netizen lainnya.

"Bisa jadi baru sadar stlh tahu repurtasi PKS jatuh dari langit menghujam ke bumi. Mau tdk mau. Suka or Not, PKS hrs bergandeng mesra dgn siapun. Secara kebetulan Ganjar berstatus persona no grata di PDIP. andai GP mau, ibarat dpt durian montong," komentar yang lain.

"Tahu kali si anies pelit...ngg dapat kardus lagi OmπŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚πŸ€£," komentar netizen lainnya.

"Alhamdulillah ternyata ada angin segar yg menyejukan.....!!!!!," ucap netizen yang lain.

Sebelumnya, Mardani memaparkan cara jitu untuk meminimalisir adanya politik identitas di Pilpres 2024.

Jurus jitu yang disampaikannya adalah mendorong pemilih untuk calon presiden (capres) di luar PKS.

"Saya mendorong pemilih PKSΒ memilih Ganjar, bagus buat saya. Pemilih PDIP memilih saya, misalkan bagus, asalkan ada dasarnya," ujar Mardani dalam diskusi di Kompleks Parlemen pada Rabu (27/10/2021), dikutip dari genpi.co.

Menurutnya, sebuah kelompok tertentu memilih seorang pemimpin memang berasal dari kompetensi dan integritasnya.

Namun, bukan karena berasal dari kelompoknya.

"Sebetulnya kalau orang Jawa memilih orang Jawa, dan orang Padang memilih orang Padang misalnya, itu sesuatu yang tidak masalah," ujarnya.

Namun, Ketua DPP PKS itu menyebutkan jangan sampai muncul pembatas di antara kelompok-kelompok tertentu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Netizen Heboh Mardani Dorong Pemilih PKS Pilih Ganjar: Kecewa Sama Anies Lu?

...
RILIS.ID
Jakarta
28 Oktober 2021 - 15:18 WIB
Pilpres | RILISID
...
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ramai diperbincangkan setelah politisi PKS mendorong pemilih partainya untuk memilih Ganjar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pernyataan Mardani itu sontak memantik reaksi netizen hingga Ganjar menjadi trending topik di media sosial Twitter sejak Kamis (28/10/2021) pagi.

Sejumlah netizen mengaitkan dukungan Mardani itu lantaran kecewa dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kuciwa sama Anies lu, ser..? Ayo ngaku..! Eh, tapi haram ga ya PKS milih ganjar? 😁😁😁😁," ujar salah seorang netizen.

"Udah bosen jadi oposisi kalee..πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€," kata netizen lainnya.

"Bisa jadi baru sadar stlh tahu repurtasi PKS jatuh dari langit menghujam ke bumi. Mau tdk mau. Suka or Not, PKS hrs bergandeng mesra dgn siapun. Secara kebetulan Ganjar berstatus persona no grata di PDIP. andai GP mau, ibarat dpt durian montong," komentar yang lain.

"Tahu kali si anies pelit...ngg dapat kardus lagi OmπŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚πŸ€£," komentar netizen lainnya.

"Alhamdulillah ternyata ada angin segar yg menyejukan.....!!!!!," ucap netizen yang lain.

Sebelumnya, Mardani memaparkan cara jitu untuk meminimalisir adanya politik identitas di Pilpres 2024.

Jurus jitu yang disampaikannya adalah mendorong pemilih untuk calon presiden (capres) di luar PKS.

"Saya mendorong pemilih PKSΒ memilih Ganjar, bagus buat saya. Pemilih PDIP memilih saya, misalkan bagus, asalkan ada dasarnya," ujar Mardani dalam diskusi di Kompleks Parlemen pada Rabu (27/10/2021), dikutip dari genpi.co.

Menurutnya, sebuah kelompok tertentu memilih seorang pemimpin memang berasal dari kompetensi dan integritasnya.

Namun, bukan karena berasal dari kelompoknya.

"Sebetulnya kalau orang Jawa memilih orang Jawa, dan orang Padang memilih orang Padang misalnya, itu sesuatu yang tidak masalah," ujarnya.

Namun, Ketua DPP PKS itu menyebutkan jangan sampai muncul pembatas di antara kelompok-kelompok tertentu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya