Semua Senator Dukung LaNyalla Jadi Capres Independen di Pilpres 2024
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Semua Senator Dukung LaNyalla Jadi Capres Independen di Pilpres 2024

...
RILIS.ID
Bandung
4 Desember 2021 - 14:28 WIB
Pilpres | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandung — Semua anggota DPD RI kompak mendukung Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjadi calon presiden (capres) independen di Pilpres 2024 mendatang.

Perjuangan LaNyalla menjadi capres dari jalur perseorangan terus dilakukan melalui Amandemen Konstitusi ke-5.

Tiga wakil ketua DPD yakni Nono Sampono, Mahyudin dan Sultan Baktiar Najamudin, mengakui perlawanan LaNyalla sebagai capres independen sangat komprehensif.

"Langkah Ketua DPD RI sangat berani dan semua senator mendukung upaya tersebut demi perbaikan sistem demokrasi di Indonesia," kata Nono dalam acara press gathering dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Bandung, Jumat (3/12/2021) malam.

Ditegaskannya, DPD yang berada di luar partai sudah seharusnya berjuang untuk mewujudkan keinginan rakyat.

"Adalah benar hasil survei yang disebutkan oleh Pak Ketua DPD RI bahwa hampir 70 persen rakyat ingin calon presiden yang bukan kader partai," ucapnya.

Karena itulah, menurut Nono, DPD harus bisa menjadi saluran dan membuka saluran bagi lahirnya calon-calon pemimpin bangsa.

Wakil Ketua DPD Mahyudin menambahkan bahwa sejarah mencatat demokratisasi lebih baik daripada otoriter.

Menurut senator asal Kalimantan Timur itu, semakin banyak calon presiden, maka demokrasi di Indonesia semakin bagus.

"Faktanya saat ini banyak anak-anak bangsa yang bagus dan kredibel, namun tidak mempunyai saluran dan kesempatan Karena dikerdilkan oleh aturan dengan adanya presidential threshold 20 persen," tuturnya.

Untuk mewujudkan kesempatan yang sama, kata Mahyudin, DPD siap melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) tentang capres dan cawapres independen dan penghapusan presidential threshold (PT) 20 persen.

"Kita juga akan fokus untuk lobi-lobi politik ke MPR RI. Walaupun langkah ini berat namun kita harus optimis. Pers berperan penting juga untuk membantu hal ini, juga terkait penguatan peran dan fungsi DPD RI ke depan," paparnya.

Senada disampaikan Sultan Bachtiar Najamudin. Ia menyatakan perlunya meninjau ulang demokrasi atau meninjau ulang konstitusi.

"Pemikiran ketua DPD kalau saya beri judul adalah demokrasi atau konstitusi di persimpangan jalan. Saya kira hampir semua pihak setuju dengan apa yang ditawarkan DPD berkaitan dengan amandemen konstitusi, calon independen dan PT 0 persen," terangnya.

Konstitusi, masih katanya, harus segera diidealkan. Dengan sistem pemilu one man one vote, tetapi elektoral tidak dihitung sehingga tidak adil.

"Bahkan saya punya pemikiran ekstrem, harusnya kepemimpinan nasional seperti DPD. Ketuanya satu, wakilnya banyak. Wakilnya merupakan representasi Barat, Tengah dan Timur," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Semua Senator Dukung LaNyalla Jadi Capres Independen di Pilpres 2024

...
RILIS.ID
Bandung
4 Desember 2021 - 14:28 WIB
Pilpres | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandung — Semua anggota DPD RI kompak mendukung Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjadi calon presiden (capres) independen di Pilpres 2024 mendatang.

Perjuangan LaNyalla menjadi capres dari jalur perseorangan terus dilakukan melalui Amandemen Konstitusi ke-5.

Tiga wakil ketua DPD yakni Nono Sampono, Mahyudin dan Sultan Baktiar Najamudin, mengakui perlawanan LaNyalla sebagai capres independen sangat komprehensif.

"Langkah Ketua DPD RI sangat berani dan semua senator mendukung upaya tersebut demi perbaikan sistem demokrasi di Indonesia," kata Nono dalam acara press gathering dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Bandung, Jumat (3/12/2021) malam.

Ditegaskannya, DPD yang berada di luar partai sudah seharusnya berjuang untuk mewujudkan keinginan rakyat.

"Adalah benar hasil survei yang disebutkan oleh Pak Ketua DPD RI bahwa hampir 70 persen rakyat ingin calon presiden yang bukan kader partai," ucapnya.

Karena itulah, menurut Nono, DPD harus bisa menjadi saluran dan membuka saluran bagi lahirnya calon-calon pemimpin bangsa.

Wakil Ketua DPD Mahyudin menambahkan bahwa sejarah mencatat demokratisasi lebih baik daripada otoriter.

Menurut senator asal Kalimantan Timur itu, semakin banyak calon presiden, maka demokrasi di Indonesia semakin bagus.

"Faktanya saat ini banyak anak-anak bangsa yang bagus dan kredibel, namun tidak mempunyai saluran dan kesempatan Karena dikerdilkan oleh aturan dengan adanya presidential threshold 20 persen," tuturnya.

Untuk mewujudkan kesempatan yang sama, kata Mahyudin, DPD siap melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) tentang capres dan cawapres independen dan penghapusan presidential threshold (PT) 20 persen.

"Kita juga akan fokus untuk lobi-lobi politik ke MPR RI. Walaupun langkah ini berat namun kita harus optimis. Pers berperan penting juga untuk membantu hal ini, juga terkait penguatan peran dan fungsi DPD RI ke depan," paparnya.

Senada disampaikan Sultan Bachtiar Najamudin. Ia menyatakan perlunya meninjau ulang demokrasi atau meninjau ulang konstitusi.

"Pemikiran ketua DPD kalau saya beri judul adalah demokrasi atau konstitusi di persimpangan jalan. Saya kira hampir semua pihak setuju dengan apa yang ditawarkan DPD berkaitan dengan amandemen konstitusi, calon independen dan PT 0 persen," terangnya.

Konstitusi, masih katanya, harus segera diidealkan. Dengan sistem pemilu one man one vote, tetapi elektoral tidak dihitung sehingga tidak adil.

"Bahkan saya punya pemikiran ekstrem, harusnya kepemimpinan nasional seperti DPD. Ketuanya satu, wakilnya banyak. Wakilnya merupakan representasi Barat, Tengah dan Timur," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya