Tuding Anies Pembohong, Elektabilitas Giring Justru Melejit Ketimbang Capres Potensial Ini
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tuding Anies Pembohong, Elektabilitas Giring Justru Melejit Ketimbang Capres Potensial Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
15 November 2021 - 14:35 WIB
Pilpres | RILISID
...
Plt Ketum PSI Giring Ganesha. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Elektabilitas Giring Ganesha sebagai calon presiden (capres) 2024 terus melejit dan mengalahkan beberapa kandidat potensial.

Berdasarkan hasil survei Y-Publica yang dilakukan pada 1-7 November, elektabilitas Giring Ganesha mencapai 2,2 persen.

Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu berhasil mengalahkan sejumlah capres potensial lainnya.

Di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meraih 2,0 persen, Ketua DPR Puan Maharani 1,5 persen, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 1,3 persen.

Bahkan nama Giring jauh di atas Mahfud MD yang saat ini menjabat Menkopolhukam. Elektabiltas Mahfud mencapai 1,2 persen. Disusul mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 1,1 persen, dan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 1,0 persen.

Di atas Giring, ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 4,5 persen. AHY ditempel ketat oleh Tri Rismaharini 4,3 persen dan Erick Thohir 4,0 persen.

Tak hanya Giring, elektabilitas PSI juga meroket ke angka 5,4 persen hingga mengalahkan PKS dan Partai NasDem.

Giring pun mengucap syukur atas melejitnya elektabilitas dirinya dan PSI. Menurut dia, hal itu diraih berkat kerja keras semua kader di seluruh Indonesia.

"Bro and sis, Allhamdulillah, Survey @psi_id naik terus berkat kerja keras semua di seluruh Indonesia … GASKEUN !! Hadir Kerja untuk Rakyat Indonesia !! Mana Solidaritasmu #AKUPSI !!," tulis Giring dikutip dari Instagramnya, Senin (15/11/2021).

Sebelumnya, Giring menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai seorang pembohong dengan berpura-pura peduli terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pernyataan Giring itu sempat menimbulkan kontroversi dan viral di media sosial.

Dalam video itu, Giring bercerita tentang sosok seorang pemimpin sebagai panglima yang berani mengambil tanggung jawab dalam keadaan krisis. Termasuk menyampaikan semua yang dilakukan secara transparan kepada publik.

"Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," kata Giring, Selasa (21/9/2021).

Giring juga menuding Anies menggunakan APBD DKI Jakarta yang begitu besar untuk kepentingan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024. Ia pun menilai Anies mengabaikan desakan masyarakat untuk membatalkan rencana balapan mobil Formula E.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Anies di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar mantan vokal Nidji itu.

Selain itu juga dana Formula E Rp1 triliun dikeluarkan, padahal rakyat terlantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Menurut Giring, rakyat saat ini tengah kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan.

Selain itu, Giring menyoroti Anies yang menyerahkan penanganan Covid-19 kepada pemerintah pusat karena tidak bisa mengatasi situasi darurat di saat masyarakat banyak menderita.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tuding Anies Pembohong, Elektabilitas Giring Justru Melejit Ketimbang Capres Potensial Ini

...
RILIS.ID
Jakarta
15 November 2021 - 14:35 WIB
Pilpres | RILISID
...
Plt Ketum PSI Giring Ganesha. Foto: Dok Rilisid

RILISID, Jakarta — Elektabilitas Giring Ganesha sebagai calon presiden (capres) 2024 terus melejit dan mengalahkan beberapa kandidat potensial.

Berdasarkan hasil survei Y-Publica yang dilakukan pada 1-7 November, elektabilitas Giring Ganesha mencapai 2,2 persen.

Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu berhasil mengalahkan sejumlah capres potensial lainnya.

Di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meraih 2,0 persen, Ketua DPR Puan Maharani 1,5 persen, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 1,3 persen.

Bahkan nama Giring jauh di atas Mahfud MD yang saat ini menjabat Menkopolhukam. Elektabiltas Mahfud mencapai 1,2 persen. Disusul mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 1,1 persen, dan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 1,0 persen.

Di atas Giring, ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 4,5 persen. AHY ditempel ketat oleh Tri Rismaharini 4,3 persen dan Erick Thohir 4,0 persen.

Tak hanya Giring, elektabilitas PSI juga meroket ke angka 5,4 persen hingga mengalahkan PKS dan Partai NasDem.

Giring pun mengucap syukur atas melejitnya elektabilitas dirinya dan PSI. Menurut dia, hal itu diraih berkat kerja keras semua kader di seluruh Indonesia.

"Bro and sis, Allhamdulillah, Survey @psi_id naik terus berkat kerja keras semua di seluruh Indonesia … GASKEUN !! Hadir Kerja untuk Rakyat Indonesia !! Mana Solidaritasmu #AKUPSI !!," tulis Giring dikutip dari Instagramnya, Senin (15/11/2021).

Sebelumnya, Giring menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai seorang pembohong dengan berpura-pura peduli terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pernyataan Giring itu sempat menimbulkan kontroversi dan viral di media sosial.

Dalam video itu, Giring bercerita tentang sosok seorang pemimpin sebagai panglima yang berani mengambil tanggung jawab dalam keadaan krisis. Termasuk menyampaikan semua yang dilakukan secara transparan kepada publik.

"Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," kata Giring, Selasa (21/9/2021).

Giring juga menuding Anies menggunakan APBD DKI Jakarta yang begitu besar untuk kepentingan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024. Ia pun menilai Anies mengabaikan desakan masyarakat untuk membatalkan rencana balapan mobil Formula E.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Anies di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi," ujar mantan vokal Nidji itu.

Selain itu juga dana Formula E Rp1 triliun dikeluarkan, padahal rakyat terlantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Menurut Giring, rakyat saat ini tengah kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan.

Selain itu, Giring menyoroti Anies yang menyerahkan penanganan Covid-19 kepada pemerintah pusat karena tidak bisa mengatasi situasi darurat di saat masyarakat banyak menderita.

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya