logo rilis
Hindari Kegaduhan, ICMI Desak Pemilu 2024 Gunakan e-Voting
berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
RILIS.ID, Jakarta— Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendesak agar penyelenggaraan Pemilu 2024 menggunakan e-voting. Desakan itu disampaikan Ketua Departemen Komunikasi ICMI, Andi Irman, setelah mengevaluasi jalannya Pemilu 2019. 

Menurut Andi, ada tiga alasan yang mendasari desakan tersebut, di antaranya kontroversi hitung cepat dan lamanya penghitungan manual berjenjang yang dilakukan oleh KPU. Hal itu, menurutnya, berefek pada terjadinya banyak pertentangan, baik kalangan elite maupun akar rumput. 

"Pertengkaran nasional ini melemahkan persatuan Indonesia. Bila menggunakan e-voting, hasil pemilu segera diketahui sesaat setelah pemungutan suara telah dilakukan," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/4/2019).

Permasalahan kedua, ujar Andi, adalah soal kompleks dan rumitnya mekanisme pemilu di Indonesia saat ini. Menurutnya, tenaga manusia yang menjadi penyelenggara pemilu terkadang tak mampu memenuhi tuntutan masyarakat. 

"Banyak penyelenggara pemilu sakit bahkan gugur dalam menjalankan tugasnya. Dengan e-voting, kerumitan-kerumitan tersebut bisa diminimalisir," ujarnya. 

Andi melanjutkan, faktor yang terakhir adalah pesatnya kemajuan di bidang teknologi informasi yang mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas. Dari sisi ekonomi misalnya, lanjut Andi, penggunaan Teknologi informasi di berbagai sektor sudah lazim, seperti sektor keuangan dan perbankan.  

Dia menambahkan, infrastruktur IT di Indonesia makin bagus seiring rampungnya proyek Palapa Ring, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Hal itu membuat akses Internet makin mudah dan cepat. 

"Dalam konteks politik, teknologi bisa menjadi cara memperkuat dan memperbaiki kualitas demokrasi kita," ungkap Andi. 

Andi menuturkan, untuk menuju penggunaan e-voting pada pemilu 2024, perlu beberapa tahapan, di antaranya merevisi undang-undang pemilu, persiapan infrastruktur teknologi informasi dan sosialisasi penerapannya.

"Persoalan utama evoting adalah kepercayaan pada sistem. Untuk itu harus bertahap dan diuji terus menerus. Indonesia harus menunjukkan pada dunia mengenai kemajuan teknologi Indonesia dengan cara menerapkan e-voting," pungkasnya.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Elektoral

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari