logo rilis
Ini Penjelasan Kemenkes Terkait Puluhan Wartawan yang Dilarikan ke RS Usai Divaksin
berita
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo
RILIS.ID, Jakarta— Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmidzi angkat suara terkait puluhan wartawan yang dilarikan ke rumah sakit (RS) usai disuntik vaksin Covid-19 pada Kamis (25/2/2021).

Puluhan wartawan tersebut dilaporkan terkapar setelah divaksin. Ada yang mengalami pusing, adapula mual-mual hingga pingsan.

"Kemenkes kemudian langsung gerak cepat dengan membawa mereka ke RS untuk diobservasi," kata Siti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rilis.id, Jumat (26/2/2021).

Hasilnya, lanjut dia, banyak wartawan begadang atau tidur di atas jam 22.00 sebelum divaksin.

Menurut dia, hal ini sangat berpengaruh ke metabolisme tubuh seseorang yang mau divaksin. Juga berpengaruh ke tensi dan kadar darah seseorang. Bahkan ada yang ditensi sampai 160 atau 170.

"Jadi, buat teman-teman (wartawan) yang 2 pekan lagi terima suntikan kedua, atau pun yang akan divaksin pertama dimohon untuk tidak begadang sehari sebelum vaksinasi," jelas Siti.

Selain itu, kata Siti, banyak wartawan tidak sarapan proper. Keinginan cepat datang dan cepat selesai membuat banyak wartawan tidak sarapan dengan baik.

"Jenis sarapannya juga tidak bergizi dan ini juga sangat berpengaruh ke kondisi tubuh, terutama rendahnya gula darah. Kebanyakan dari mereka yang terkapar ketika diinfus di rumah sakit beberapa jam kemudian langsung pulih. Jadi jangan lupa sarapan pagi yang proper ketika mau divaksin," paparnya.

Siti mengakui banyak wartawan ketakutan dan cemas saat mengantre divaksin. Hal ini juga memperparah kondisi tubuh seseorang.

Menurutnya, dengan beban psikologis yang berat membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sementara kandungan Sinovac mengharuskan kita untuk siap dari sisi tersebut.

"Hal ini selaras dengan data KIPI 64 persen peserta vaksinasi stres dan membuat mereka merasakan efek samping. Jadi, tetap kalem dan stay positif," ujarnya.

Salah satu wartawan yang dilarikan ke RS, Dean Cahyani mengaku dirinya merasa mual dan pusing dan diikuti dengan pembengkakan pada kedua mata dan bibirnya.

“Jadi tadi setelah vaksin, saya langsung ke kantor buat siaran. Pas mau mulai, saya langsung merasa mual dan pusing. Semua pada panik, karena mata dan bibir alami bengkak, kemungkinan alergi” katanya.

Dean juga mengakui efek lain yang ia alami adalah gangguan penglihatan. Dia tidak bisa melihat karena pembengkakan di kedua matanya.

“Saya enggak bisa melihat, kalau mau kirim pesan harus dekatin handpone,” ujarnya.

Sebelumnya, Dean dibawa ke Puskesmas Kebayoran Lama untuk mendapat penanganan darurat. Setibanya di Puskesmas Kebayoran Lama, pihak puskesmas kembali merujuknya ke RSUD Kebayoran Lama.

Pihak RSUD Kebayoran Lama juga kabarnya akan merujuk Dean ke RS lainnya, karena tidak ada ruang inap bagi pasien yang harus menjalani rawat inap.

Hingga berita ini diturunkan, Dean Cahyani masih berada di Ruang IGD RSUD Kebayoran Lama dan akan dirujuk kembali ke RS Fatmawati. (*)

Lihat video menarik lainnya:

 

Editor: Redaksi

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari