logo rilis
Jerry: Jokowi Menghormati Pers, kenapa Paspampres Menantunya Malah Usir Wartawan?
berita
Jerry Massie. ILUSTRASI: RILIS.ID
RILIS.ID, Jakarta— Publik dihebohkan dengan pengusiran jurnalis oleh oknum polisi dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang mengawal Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Bobby ikut dikawal Paspampres karena menantu Presiden Jokowi. Lelaki dengan latarbelakang pengusaha kuliner hingga properti ini menikahi Kahiyang Ayu.

Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menyebut peristiwa ini sebagai bentuk pengekangan tehadap kerja pers, bahkan ke arah pemakzulan tugas sang pencari berita.

"Ini tak pantas dilakukan, saya minta Dewan Pers dan lembaga pers seperti PWI, IJTI, AJI dan lainnya to intervene (turun tangan) mengusut pengusiran ini," kata dewan penasehat Ikatan Media Online- Indonesia (IMO) ini.

Jerry menegaskan, Paspamres harus tahu tupoksinya, bukan malah menghalangi kerja-kerja jurnalistik.

"Harusnya Bobby memposisikan dirinya sebagai wali kota, bukan anak mantu presiden. Dia dipilih rakyat Medan untuk jabatan wali kota,” sentil Jerry.

Menurut dia, jika Bobby tak mau diwawancara barangkali bisa menyampaikan pesan kepada awak media atau melalui konten YouTube yang nanti diserahkan ke bagian humas.

"Presiden Jokowi saja sangat menghormati pers. Belum pernah terdengar pers diusir Paspampres presiden. Kan semua ada mekanismenya,” tegas Jerry.

Dia mengingatkan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang pers merupakan lex spesialis. Di sana tertulis aturan tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers.

Diatur pula tentang peran serta masyarakat dan ketentuan pidana, seperti halnya UU Pers Pasal 18 Ayat (1), yang tertulis:

Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Begitu pula UU Informasi Keterbukaan Publik No. 14 tahun 2008 yang mana (1) Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Publik. (2) Informasi Publik yang dikecualikan bersifat ketat dan terbatas. (3) Setiap Informasi Publik harus dapat diperoleh setiap Pemohon Informasi Publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.

Terpisah, Komandan Paspampres Mayjen Agus Subianto mengatakan pelarangan dilakukan karena orang yang mengaku wartawan tak menunjukkan tanda pengenal pers.

Agus mengatakan anak buahnya hanya melakukan tugas sesuai aturan. Paspampres ditugaskan menjaga Bobby sebagai bagian dari keluarga Presiden Joko Widodo.

Dia menjelaskan sebelum Paspampres turun tangan, anggota Satpol PP dan kepolisian sudah memperingatkan. Namun, dua orang tersebut tak mengindahkan teguran. (*)

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari