logo rilis
Kolaborasi Balitbangtan-Lapan Hasilkan Informasi Lahan Pertanian Berbasis Citra Satelit
berita
Foto: Istimewa
RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melaksanakan kolaborasi untuk menghasilkan informasi lahan pertanian berbasis citra satelit.

Dalam focus group discussion (FGD) Pemanfaatan Inderaja untuk Pertanian, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry menyampaikan, pemanfaatan data cita satelit semakin diperlukan untuk pembangunan pertanian.

“Data citra satelit telah lama digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia,” ujar Fadjry dilansir litbang.pertanian.go.id, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut disampaikan, Balitbangtan telah memanfaatkan data Sentinel 1 dalam monitoring lahan sawah melalui sistem informasi standing crop (SISCROP 1.0).

“Adapun monitoring lahan sawah meliputi luas tanam, luas panen, fase tumbuh, dan produksi. Dalam beberapa bulan ke depan analisis dan monitoring lahan sawah dengan Sentinel 1 untuk Jawa dan Bali diharapkan akan selesai," tambah Fadjry.

Sementara Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja), LAPAN, Rokhis Khomarudin memaparkan, perkembangan teknologi citra satelit dan model-model yang tersedia dan dikembangkan oleh LAPAN.

Rokhis mengungkapkan pentingnya terus dilakukan kerjasama untuk membangun kerjasama dengan BBSDLP dalam membangun model pemantauan lahan pertanian.

Model tersebut diharapkan dapat menjawab keraguan berbagai pihak tentang tingkat akurasi sebuah model remote sensing.

Lebih lanjut Rahmat Arief, mewakili Pusat Teknologi dan Data (Pustekdata), LAPAN mengungkapkan, berbagai data yang tersedia dan siap pakai (ADR) bagi para pengguna.

Sementara itu perwakilan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Endah Susilawati memaparkan, Sistem Informasi Monitoring Pertanian antara lain SIMOTANDI, SI-PERDITAN, Pemetaan Lahan Pertanian secara Online.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Husnain menegaskan, Kementerian Pertanian melalui Agriculture War Room (AWR) memprogramkan semua data dapat terkoneksi hingga tingkat Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Namun demikian terkait data citra satelit, BBSDLP sebagai pengguna data LAPAN mengharapkan kerjasama pemanfaatan Sentinel 1, dapat dilakukan secara cepat untuk menjawab kebutuhan informasi luas panen dan produksi padi sawah saat ini.

“Berbeda dengan cara manual atau pengamatan lapang, penggunaan teknologi citra satelit dapat mengncakup 100 persen wilayah Indonesia,” ucapnya.

Pada FGD tersebut disepakati kerja sama antara Kementan dan LAPAN terkait pemanfaatan data Sentinel-1, penyediaan data Sentinel-1, serta sinergi dan kelengkapan Database Pertanian.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan informasi lahan pertanian di Indonesia secara lebih akurat dan dapat dijadikan acuan secara nasional.(*)

Editor: Andry Kurniawan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari