logo rilis
Lahan Akan Dieksekusi, Warga Kunciran Jaya Melawan Lewat Jalur Hukum
berita
Mantan Ketua RT 02 Mirin saat ditemui Rilis.id, Rabu (14/4/2021). Foto: Doni
RILIS.ID, Tangerang Selatan— Sengketa lahan di Kunciran Jaya, RT 02/RW 02, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terus bergulir. Meski dalam persoalan tersebut, polisi telah menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial D dan M atas dugaan penipuan, pemalsuan dan penyerobotan tanah.

Setelah adanya penetapan tersangka, warga Kunciran tak ingin tinggal diam. Warga mengaku tetap akan bertahan untuk memperjuangkan haknya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Mirin (66) mengaku, akan tetap mempertahankan haknya. Pasalnya, mantan ketua RT 02 itu mengaku sangat paham terkait awal mula warga menempati tanah seluas 45 hektar.

“Sebelum tahun 1945 warga sudah menempati. Awalnya tanah itu hutan dan dibuka warga. Pertama didata dan kedua dibuat girik untuk bayar pajak, saya pegang bukti kepemilikan girik,” kata Mirin saat dijumpai Rilis.id, Rabu (14/4/2021).

Mirin menerangkan, tanah tersebut sempat akan dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Kota Tangerang. Namun, sambung Mirin, eksekusi itu dibatalkan lantaran adanya perlawanan warga.

Tak hanya itu, dalam mempertahankan haknya, kini warga terang-terangan melakukan perlawanan melalui jalur hukum.

Warga telah mempercayakan kasus ini kepada kantor advokat Purba dan rekan. Warga meminta persoalan ini dikawal hingga terang benderang.

Sementara ditemui terpisah, tim advkoasi masyarakat Kunciran Jaya, Abraham Nempung mengaku siap mengawal kasus yang tengah dialami warga. Pasalnya, Abraham menilai dalam kasus tersebut ada kejanggalan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini, karena kasus ini sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan saya berharap kejaksaan dapat segera melengkapi berkasnya. Jika nanti dilimpahkn ke pengadilan, kami siap bersama masyarakat untuk datang di PN meminta persidangan digelar secara jujur dan adil,” ucap Abraham.

Menurut Abraham, dalam persoaoan ini pihaknya meminta Pengadilan Negeri Tangerang dapat bersikap netral. Sebab, kata dia, pengadilan telah mengeluarkan perintah eksekusi tanah yang ditempati 330-an warga.

“Seperti kita ketahui, dalam persoalan ini pengadilan sendiri yang mengeluarkan perintah eksekusi. Kemungkinan aja mereka tidak netral, itulah tugas kami bersama masyarakat untuk mengawal kasus ini,” pungkas Abraham. (*)

Editor: Andry Kurniawan

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Hukum

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari