logo rilis
Marak Tempat Usaha Disegel di Masa Pandemi, Termasuk Geprek Bensu-RM Padang-Bakso Sony
berita
Inilah salah satu RM yang disegel. FOTO: RILIS.ID/Dwi Des
RILIS.ID, Bandarlampung— Tim gabungan bentukan Pemkot Bandarlampung melakukan penyegelan sejumlah tempat usaha dalam beberapa hari terakhir.

Penyegelan yang dilakukan tim gabungan dari Badan Pengendali Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Inspektorat, Satpol PP, kepolisian dan kejaksaan tersebut menuai protes.

Pengelola rumah makan (RM) Begadang II dan Padang Jaya menyayangkan penyegelan tempat usahanya. Mereka mengaku tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum dilakukan penyegelan.

”Tidak ada pemberitahuan atau surat peringatan (SP) terlebih dahulu,” ungkap salah satu pegawai yang tidak ingin namanya disebutkan, Rabu (9/6/2021).

Ia berdalih bahwa selama ini RM Begadang II patuh membayar pajak restoran. Namun, ada sebagian konsumen yang kecewa dengan penerapan pajak yang diberlakukan untuk pembelian yang dibungkus.

”Bayangkan saja, kalau kita sebagai pembeli yang membungkus tetap dikenakan pajak juga, tentu merasa keberatan kan?” tuturnya.

Senada dengan Begadang II, salah satu pengelola Padang Jaya juga menyampaikan keberatan atas tindakan tim gabungan.

”Seharusnya kami diberitahu terlebih dulu akan ada penyegelan ini. Jadi tidak ramai-ramai datang ketempat kami langsung segel dan tutup usaha kami,” tegasnya.

Ia mengklaim bahwa pihaknya berusaha taat pajak. Namun, hal itu terkendala tapping box yang rusak sehingga tidak bisa digunakan secara benar.

”Kami hari ini telah melaksanakan kewajiban membayar pajak, sore ini (segel) dilepas,” ungkapnya.

Sedikitnya ada empat rumah makan di Bandarlampung yang disegel karena diduga menunggak pajak dan tidak menggunakan tapping box.

Inspektur Bandarlampung M. Umar mengatakan penyegelan dan penutupan sementara beberapa tempat usaha itu dilakukan untuk memberikan efek jera.

Pasalnya, ada tempat usaha yang menunggak pajak hingga senilai ratusan juta rupiah, dan tidak ada itikad membayar meskipun sudah mendapat teguran berkali-kali.

”Tindakan ini kami berikan sebagai efek jera terhadap pemilik usaha yang tidak taat membayar pajak,” kata Umar.

Umar juga mengatakan bahwa selain menunggak bayar pajak, sejumlah tempat usaha itu didapati tidak memaksimalkan penggunan tapping box, yang seharusnya digunakan untuk mendorong kepatuhan membayar pajak.

Apabila pemilik usaha melepas segel tunggakan pajak dan kembali beroperasi, maka akan ada sanksi pidana yang menanti. Penyegalan dilakukan dengan garis segel berwarna kuning mengeliling seluruh bagian tempat usaha tersebut.

”Selesaikan tunggakan pajak dahulu, baru mereka bisa beroperasi kembali,” tegasnya. 

Tempat usaha yang disegel itu antara lain RM Begadang II di Jalan Diponegoro, Bakso dan Mi Ayam Son Hajisony di Jalan Woltermonginsidi, RM Padang Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, dan restoran cepat saji Geprek Bensu di Jalan Teuku Umar. (*)

Editor: Segan Simanjuntak

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Daerah

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari