Mau Diving? Patuhi Tujuh Protokol CHSE Khusus Selam, yuk!
berita
Labuan Bajo. FOTO: Kemenparekraf
RILIS.ID, Jakarta — Beberapa destinasi selam sudah beroperasi di masa adaptasi kebiasaan baru. Dan ternyata destinasi wisata selam sudah siap dalam menerapkan protokol kesehatan.

Namun, untuk menyamakan standar protokol kesehatan wisata selam, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf/Baparekraf RI) telah meluncurkan handbook atau buku pedoman Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) khusus Usaha Wisata Selam.

Handbook tersebut juga bisa dipakai buat wisatawan selam. Beberapa operator dive center di Labuan Bajo sudah melaksanakan anjuran CHSE khusus wisata selam.

Panduan CHSE Usaha Wisata Selam disusun oleh tim Kemenparekraf/Baparekraf RI atas kerja sama dengan praktisi selam Indonesia serta lembaga keselamatan penyelaman internasional Divers Alert Network (DAN).

Garis besar isi handbook tersebut perihal panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Handbook ini diluncurkan sebagai upaya membangkitkan kembali wisata tirta yang terpuruk akibat Covid-19.

Selebihnya, untuk memberi jaminan kepada wisatawan selam agar merasa nyaman dalam beraktivitas juga diterapkan #InDOnesiaCARE yang menjadikan CHSE sebagai prioritas utama.

Inilah tujuh protokol kesehatan ketika berada di lokasi destinasi:

1. Sebelum memasuki area wisata  selam, pelanggan dan/atau wisatawan wajib diperiksa suhu tubuhnya sebagaimana dijelaskan di Panduan Umum.

2. Mengisi daftar registrasi di area wisata selam berupa nama,  alamat, nomor telepon, dan pertanyaan yang terkait riwayat perjalanan dan kesehatan.

3. Wajib menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain selama beraktivitas di area wisata selam.

4. Wajib memakai masker.

5. Wajib menjaga kebersihan dan kesehatan di area wisata selam.

6. Wajib mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk area wisata selam, setelah bersentuhan dengan barang-barang yang sering disentuh banyak orang, termasuk sebelum dan sesudah menerima pelayanan dari pekerja usaha wisata selam.

7. Bila terjadi kasus Covid-19 pada pelanggan dan/atau wisatawan selama melakukan aktivitas wisata selam, pelaku usaha dan/atau pengelola berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk memastikan penanganan risiko bagi masyarakat dan lingkungan sekitar sesuai protokol kesehatan seperti isolasi mandiri, disinfeksi, dan atau penutupan sementara.

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Wisata

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari