logo rilis
Menkes Jawab Jeritan Hati Nakes soal Insentif yang Belum Dibayarkan Sejak 2020
berita
Ilustrasi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. Foto: klikdokter.com
RILIS.ID, Jakarta— Tunggakan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 akhirnya mulai terjawab.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan insentif nakes akan dibayarkan secara bertahap terhitung mulai esok hari, Senin (12/4/2021).

”Insya Allah insentif nakes akan mulai dibayarkan tanggal 12 April ini secara bertahap. Banyak yang perlu dirapihkan. Mohon maaf atas keterlambatannya,” ucap Budi yang dikutip dari akun Twitternya @BudiGSadikin, Minggu (11/4/2021).

Pernyataan Menkes tersebut sontak mengundang reaksi dari beberapa nakes yang sudah lama menantikan pembayaran insentif.

Tlg pak, insentif kami sejak NOV 2020 blm terbayarkan hingga hari ini,” kata Kurnia Dwi Aprilia.

Alhamdulillah pak semoga benar2 terealisasi, sudah banyak nakes di tempat kami berharap dari insentif nakes, di tempat kami bulan Oktober, november dan Desember 2020 belum cair sampai sekarang,” ujar Yana Mulyana.

Insentif covid kami dari bulan September-Desember 2020 pun belum diberikan pak,” tutur Akbarputra93.

Alhamdulillah pak. Semoga benar terealisasi (emoticon),” ucap Syaffa Sadida Zahra.

Terimakasih bapak Mentri dan bapak Jokowi. Kmi nakes sudah berharap apa yg semestinya menjadi hak kmi para nakes. Semoga pandemi cepat selesai. Amin,” kata Norio Daiza Muliya.

Sebagian nakes pun akan menantikan pembayaran insentif pada Senin (12/4/2021). Mereka berharap Menkes tidak memberikan harapan palsu atau PHP (Pemberi harapan palsu).

Besok 12 april yak, Yok tim Memantau (emoticon) @fidaaanis (emoticon),” cuit Laila.

Amin ya rabbal alamin Semoga apa yg dikatakan oleh bapak @BudiGSadikin benar nyatanya Dan kami para nakes berharap jangan memberikan harapan² palsu lagi dengan cairnya insentif #KerjaSeriusInsentifBecandaMulu,” timpal Wan Elza Alhanif.

@BudiGSadikin Alhamdulillah, semoga lancar, tidak php,” kata Fais Rizal Irfani.

Mudah mudahan tidak php,” ucap @dokterMade.

Namun, tidak sedikit juga yang mempertanyakan penghitungan dan proses pembayaran insentif tersebut.

Pak sbnrnya perhitungan insentif covid itu bgmn ya? Saya sbnrnya tidak mau suudzon, tp masa Spesialis nya dptnya 1,6jt sih? (emoticon) dikasihnya melalui dinkes setempat, ditarok di plastik kresek lg (emoticon) pdhl nakes2nya udh kasi norek n NPWP,” kata akun @shirubana_r.

Sayangnya, Menkes Budi tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal itu. Tapi sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus ada pemotongan insentif untuk nakes di sejumlah rumah sakit.

Potongannya pun cukup besar. Mulai 50 persen hingga 70 persen. Informasi pemotongan tersebut diterima KPK dari berbagai rumah sakit di Indonesia.

Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati mengungkapkan pemotongan insentif nakes diduga dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit.

"Insentif yang diterima oleh tenaga kesehatan secara langsung tersebut diketahui dilakukan pemotongan oleh pihak manajemen untuk kemudian diberikan kepada nakes atau pihak lainnya yang tidak berhubungan langsung dalam penanganan pasien Covid-19," kata Ipi belum lama ini. (*)

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari