logo rilis
OTT Bupati Nganjuk Diklaim sebagai Sejarah Baru Sinergitas KPK dan Polri
berita
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Foto: Istimewa
RILIS.ID, Jakarta— Operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri diklaim sebagai sejarah baru.

Diketahui, operasi senyap KPK dan Bareskrim berhasil menjaring Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan OTT Bupati Nganjuk merupakan wujud sinergitas kali pertama KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

"Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

"Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi," ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK bersama

Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, pada Senin (10/5/2021).

Dalam OTT tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sejumlah uang.

Selain Bupati Nganjuk, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka.

Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (*)

Editor: Segan Simanjuntak

Tulis Komentar
Komentar (0)
Lihat semua komentar

Top Nasional

Terkini

Dapatkan berita terkini setiap hari